¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Matangkan Program Pemberdayaan di Kawasan Transmigrasi Prafi

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR berdiskusi bersama masyarakat setempat sebagai bagian dari koordinasi (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Mitra ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) mengawali rangkaian pengabdian masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dengan melakukan koordinasi bersama bidan setempat dan Puskesmas Prafi. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk mematangkan program pemberdayaan masyarakat yang akan terlaksana selama empat bulan.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Prafi, Dr Muthmainnah SKM MKes menjelaskan bahwa koordinasi dengan tenaga kesehatan lokal menjadi fondasi penting agar program yang berjalan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tim juga memperoleh berbagai masukan mengenai kondisi kesehatan, kapasitas kader Posyandu, hingga karakteristik sosial budaya masyarakat Prafi.

“Keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh program yang kami bawa. Tetapi oleh kemampuan kami mendengar, belajar, dan bekerja bersama tenaga kesehatan, pemerintah kampung, kader, serta masyarakat,” ujar Muthmainnah.

Dalam pertemuan tersebut, tim bersama Puskesmas Prafi membahas beberapa hal. Mulai dari rencana asesmen lapangan, pemetaan kader Posyandu, penguatan kapasitas kader, promosi kesehatan, hingga pengembangan kegiatan ekonomi produktif bagi keluarga kader. Informasi yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, tenaga kesehatan setempat turut memberikan gambaran mengenai pola pelayanan kesehatan, kondisi geografis, serta tantangan yang kader hadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang mudah diterima dan berkelanjutan.

“Kami ingin program ini lahir dari kebutuhan warga, memanfaatkan potensi lokal, dan dapat terus berjalan meskipun masa penugasan tim telah berakhir,” jelas Muthmainnah.

Tim juga merencanakan pendampingan bagi kader dalam mengenali potensi usaha keluarga. Selain itu, juga mengembangkan produk lokal, memperbaiki kemasan, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.

Kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot, Puskesmas, pemerintah kampung, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi tersebut harapannya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi keluarga kader.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan program yang bermanfaat selama masa penugasan. Tetapi juga mampu membangun kemandirian masyarakat dan memperkuat peran kader Posyandu sebagai penggerak kesehatan di kawasan transmigrasi Prafi,” pungkas Muthmainnah.

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT