东京热

东京热 Official Website

Tak Sekadar Minuman Segar, Biji Selasih Diteliti untuk Terapi Xerostomia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kondisi mulut kering atau xerostomia ternyata bukan sekadar rasa haus biasa. Gangguan ini dialami hingga sekitar 20 persen populasi dunia dan dapat membuat penderitanya kesulitan berbicara, mengunyah, hingga merasakan makanan. Pada kasus berat, mulut kering juga meningkatkan risiko infeksi jamur dan bakteri karena produksi air liur menurun drastis. Selama ini, pasien mengandalkan saliva buatan untuk meredakan keluhan. Namun sayangnya, banyak produk yang beredar dinilai belum mampu meniru fungsi alami air liur secara optimal.

Di tengah keterbatasan tersebut, peneliti menemukan potensi menarik dari biji selasih atau Ocimum basilicum L. yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan minuman segar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lendir alami pada biji selasih mengandung senyawa bioaktif seperti glucomannan, xylan, galacturonic acid, eugenol, dan linalool. Senyawa-senyawa ini memiliki kemampuan menempel pada permukaan mukosa mulut lebih lama, sekaligus membawa efek antiinflamasi dan antimikroba. Artinya, bahan alami ini tidak hanya berfungsi melembapkan, tetapi juga berpotensi melindungi rongga mulut dari peradangan dan infeksi.

Melalui metode in silico atau simulasi komputer molekuler, para peneliti menguji bagaimana senyawa dalam biji selasih berinteraksi dengan protein-protein penting di rongga mulut. Hasilnya cukup menjanjikan. Beberapa senyawa menunjukkan kemampuan berikatan kuat dengan target biologis yang berhubungan dengan perlindungan mukosa mulut, peradangan, hingga pertahanan terhadap mikroba. Yang menarik, seluruh senyawa tersebut juga diprediksi aman, tidak bersifat toksik, tidak memicu kanker, dan tidak menyebabkan iritasi jaringan mulut. Temuan ini membuka peluang pengembangan saliva buatan generasi baru yang lebih aman dan nyaman digunakan.

Tidak hanya itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya aspek halal dalam produk kesehatan rongga mulut. Banyak saliva buatan komersial masih menggunakan komponen berbasis hewan, termasuk mucin babi, sehingga kurang dapat diterima sebagian masyarakat Muslim. Biji selasih dinilai mampu menjadi alternatif alami berbasis tumbuhan yang halal, biokompatibel, dan multifungsi. Para peneliti berharap inovasi ini dapat menjadi fondasi lahirnya saliva buatan modern yang tidak sekadar menggantikan air liur, tetapi juga membantu menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh.

Penulis: Fatma Yasmin Mahdani, Sisca Meida Wati, Arofi Kurniawan, Nurina F. Ayuningtyas, Zakiyyah Darojah, Haizal M. Hussaini

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami dengan judul 鈥淢ucoadhesive, anti-inflammatory, and antimicrobial potential of basil seeds (Ocimum basilicum L.) as an innovation for effective xerostomia therapy: An in silico study鈥 pada Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research, 2026 melalui link berikut

AKSES CEPAT