东京热

东京热 Official Website

Sinergi Epigallocatechin-3 Gallate dan Nano-Hidroksiapatit: Terobosan Mutakhir Perawatan Inflamasi Pulpa Gigi untuk Mempertahankan聽 Vitalitas聽 Pulpa

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tindakan klinis yang tepat untuk menyelamatkan jaringan pulpa yang mengalami inflamasi akibat trauma mekanis atau karies yang mencapai kedalaman kavitas  profunda merupakan sebuah tantangan besar bagi para praktisi kedokteran gigi. Trauma mekanis atau  invasi bakteri yang mencapai  rongga pulpa akan mengalami inflamasi. Salah satu tindakan medis untuk memproteksi  jaringan pulpa yang terbukaadalah melalui tindakan pulp capping. Melalui prosedur ini, jaringan pulpa akan dirangsang sehingga stem cells  memicu pembentukan jembatan dentin yang  dapat mempertahankan vitalitas pulpa dan pulpa sehat sehingga mencegah dilakukan perawatan saluran akar.

Dalam rekam jejak klinis, kalsium hidroksida (Ca(OH)2) merupakan material standar  untuk prosedur pulp capping. Tetapi  bahan ini memiliki keterbatasan di antaranya adalah ketahanan mekanis yang rendah,  mudah larut hingga memicu kebocoran mikro, serta tingkat keasaman (pH) yang tinggi mencapai 12,5. Sifat basa yang ekstrem ini berisiko mengakibatkan kematian jaringan pulpa  berupa nekrosis cair pada permukaan pulpa yang bersentuhan langsung dengan bahan (Ca(OH)2), sehingga jembatan dentin yang dihasilkan seringkali kurang sempurna dan menyisakan celah berpori (tunnel defect) yang  berpotensi dilewati oleh bakteri.

Berangkat dari masalah tersebut, dunia kedokteran gigi terus berinovasi guna menemukan material pulp capping alternatif yang tidak hanya aman bagi tubuh (biokompatibel) dan kuat secara mekanis, melainkan juga responsif dalam mempercepat regenerasi kompleks pulpa-dentin. Salah satu bahan alami yang terbukti secara ilmiah  mempunyai  potensi anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba yang kuat, sekaligus andal dalam meredakan stres oksidatif pada jaringan yang sedang mengalami peradangan adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG), sejenis senyawa polifenol  yang diekstrak dari tanaman teh hijau (Camellia sinensis). Guna menciptakan proteksi yang lebih solid pada struktur gigi, EGCG diformulasikan bersama nano-hydroxyapatite (n-HA). Material nano-hidroksiapatit mempunyai susunan kristal berskala mikro-nano yang menyerupai karakteristik mineral asli pembentuk jaringan keras gigi, menjadikannya sangat bioaktif dan mudah menyatu dengan jaringan hidup. Di dalam formulasi ini, n-HA berperan sebagai struktur penyangga (scaffolding) bagi pelekatan sel sekaligus menjadi lumbung penyedia ion kalsium dan fosfat yang amat diperlukan untuk proses pengerasan (mineralisasi) jaringan gigi baru.

Sebuah riset ilmiah terbaru menguji keandalan kombinasi formula EGCG dan n-HA ini menggunakan hewan coba tikus galur Wistar yang kondisi pulpa giginya telah dikondisikan mengalami peradangan. Pengamatan difokuskan pada ekspresi bone morphogenetic protein-2 (BMP-2) serta proses diferensiasi atau pembentukan odontoblast-like cells (OLCs). BMP-2 merupakan sejenis faktor pertumbuhan biologis krusial yang mengirimkan sinyal instruksi agar sel punca (stem cells) pulpa berubah wujud menjadi OLCs. Selanjutnya, OLCs inilah yang mengemban tugas utama mensekresikan matriks guna membangun benteng dentin reparatif yang baru.

Berdasar pada temuan riset, aplikasi pada kavitas gigi menggunakan kombinasi EGCG dan n-HA dengan perbandingan formula khusus terbukti meningkatkan  ekspresi BMP-2. Pada fase pengamatan hari ke-7 dan ke-14, kelompok yang mendapat terapi kombinasi memperlihatkan kepadatan OLCs yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok yang diterapi n-HA  atau EGCG saja. Sinergi EGCG dan n-HA yang menghasilkan  peningkatan ekspresi BMP-2 dan meningkatkan kepadatan OLCs disebabkan karena n-HA efektif berperan sebagai pengikat sitokin yang memusatkan faktor pertumbuhan didaerah perforasi pulpa, sedangkan EGCG bekerja aktif memacu stimulasi faktor pertumbuhan lokal sekaligus mempercepat transisi jaringan dari fase meradang akut menuju penyembuhan.

Keberhasilan performa bahan bioaktif gabungan EGCG dan n-HA ini membuka lembaran baru dalam ranah perawatan endodontik restoratif. Lewat kapabilitasnya menginduksi pemulihan pulpa secara alami dan membentuk dinding proteksi dentin yang lebih padat tanpa celah, sehingga  formula ini dapat dikembangkan sebagai  alternatif  untuk perawatan  pulp capping. Kendati demikian, tahapan uji klinis mendalam jangka panjang serta riset lanjutan dalam skala populasi yang lebih luas masih sangat esensial guna memvalidasi aspek keamanan dan efikasi tertingginya sebelum kelak diadopsi secara luas pada pasien di klinik gigi.

Penulis: Kun Ismiyatin, Adioro Soetedjo, Sukaton, Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor, Paramita Tanjung Sari, Fridianty Anggraeni, Nisrina Qurrota Aini, Nadia Dwi Maharani.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Sitasi: Kun Ismiyatin, Adioro Soetedjo, Sukaton, Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor, Paramita Tanjung Sari, Fridianty Anggraeni, Nisrina Qurrota Aini, Nadia Dwi Maharani (2026). Effects of epigallocatechin-3-gallate and nano-hydroxyapatite on bone morphogenetic protein-2 expression and formation of odontoblast-like cells in rats with inflamed dental pulp. Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi): June; 59(2): 166-171.

 DOI:

AKSES CEPAT