东京热

东京热 Official Website

Kombinasi sildenafil dan metformin mengurangi hipertensi paru yang diinduksi monokrotalin melalui modulasi TNF-伪 dan ERK1/2

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Hipertensi pulmonal atau paru (HP) adalah gangguan progresif dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Gangguan ini ditandai dengan tekanan arteri paru rata-rata (mPAP) >20 mmHg, yang diukur saat istirahat dengan kateterisasi jantung kanan. Sebuah studi epidemiologi menemukan bahwa hipertensi arteri paru (PAH) terjadi pada 4 hingga 5 kasus per juta di antara anak-anak. Sepertiga pasien anak juga dilaporkan menjalani transplantasi atau meninggal dalam 10 tahun setelah diagnosis. Banyak obat telah dikembangkan sebagai hasil dari kemajuan dalam terapi medis PH, namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) hanya mengizinkan dua obat, yaitu bosentan dan sildenafil (suspensi oral LIQREV庐; injeksi/oral Revatio庐) untuk pasien anak dengan PH. Pengadaan obat bosentan terbatas di beberapa tempat dan sildenafil saja mungkin tidak cukup pada kasus anak tertentu, karena itu untuk memperbaiki kondisi klinis dan prognosis pasien dengan PH, kombinasi dua obat sangat mungkin diperlukan.

Patofisiologi hipertensi pulmonal bersifat kompleks. Peningkatan endothelin-1 (ET-1) yang merupakan vasokonstriktor kuat, didapatkan pada pasien dengan HP. Produksi ET-1 tersebut akan berkontribusi pada abnormalitas pembuluh darah yang berhubungan dengan hipertensi pulmonal. Obat Sildenafil menghambat remodeling arteri pulmonalis dengan menurunkan reseptor ET-1A dan ET-1 plasma, sehingga melebarkan pembuluh darah paru. 聽Sildenafil terbukti memiliki kesamaan dengan metformin dalam menekan sitokin proinflamasi, termasuk faktor nekrosis tumor (TNF)-伪 dan interleukin (IL)-6, sildenafil juga menghambat remodeling vaskular paru dengan mengurangi p-ERK1/2. Sedangkan obat Metformin juga dapat menurunkan ET-1, walaupun Metformain adalah obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Metformin, obat antidiabetes, berpotensi membalikkan patobiologi PH dan menurunkan kadar endothelin-1 (ET-1), selain itu, dapat mengurangi sitokin proinflamasi. Metformin juga dilaporkan dapat memblokir aktivasi faktor pengaktif sel B (BAFF) yang bergantung pada ERK1/2.

Kombinasi Sidenafil dan Metformin dalam pengobatan pulmonal hipertensi tidak pernah digunakan, karena itu peneliti ingin meneliti efek kombinasi keduanya dalam menurunkan hipertesi pulmonal melalui ET-1 pada binatang coba, dengan harapan terjadi penurunan ET-1 lebih progresif. Kami melakukan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek sildenafil dan metformin pada perkembangan PH dalam model yang berfokus pada TNF-伪, ERK1/2, proliferasi PASMC, dan ketebalan intima-media (IMT) PA.

Empat puluh delapan tikus Wistar jantan berusia 12 minggu dengan berat 117鈥193 g diinjeksi monokrotalin (MCT) [60 mg/kg berat badan (BB)] secara subkutan. Tikus-tikus tersebut kemudian dibagi secara acak ke dalam empat kelompok (kontrol, sildenafil, metformin, dan sildenafil plus metformin). Satu hari setelah injeksi MCT, sildenafil (5 mg/kg BB) dan metformin (100 mg/kg BB) diberikan sekali sehari selama 21 hari. Pada hari ke-22, dilakukan kateterisasi jantung kanan. Serum TNF-伪 dan ERK1/2 diukur dengan ELISA, dan remodeling arteri pulmonalis dinilai dengan pewarnaan HE dan 伪-SMA dengan pengukuran ketebalan intima-media. Didapatkan hasil, dibandingkan dengan kelompok kontrol MCT, semua perlakuan menurunkan mPAP; kelompok kombinasi menunjukkan penurunan paling signifikan pada TNF-伪 dan ERK1/2, dan penurunan sebagian pada ketebalan intima-media. Kesimpulan, Sildenafil dan metformin, khususnya dalam kombinasi, memperbaiki hemodinamika paru dan mengurangi peradangan pada MCT-PH. Konfirmasi pada jaringan paru-paru (misalnya, p-ERK1/2) dan analisis spesifik sel diperlukan.

Disarikan dari artikel dengan judul: 鈥Sildenafil and metformin combination attenuates monocrotaline-induced pulmonary hypertension via TNF-伪 and ERK1/2 modulation鈥 yang diterbitkan bulan Januari 2026 di Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research, 14 (1), 2507, 2026

Penulis:

Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)

Scopus ID 59912681400

Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran 东京热

Link:

AKSES CEPAT