Anak-anak cenderung lebih mudah belajar ketika materi dikemas secara menyenangkan dan interaktif. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan edukasi bahasa Inggris dengan tema anatomi kulit yang dikombinasikan dengan permainan dan media kreatif. Suasana belajar yang santai namun tetap edukatif mampu mendorong rasa ingin tahu peserta, sekaligus membantu mereka memahami istilah baru dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan kesehatan sehari-hari.
Kegiatan edukasi bahasa Inggris dengan fokus anatomi kulit telah dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, bertempat di Jl. Kedinding Lor Gg. Blimbing Utara No. 9, Kenjeran, Tanah Kali Kedinding, Surabaya. Program ini menyasar 10 peserta anak usia 9鈥14 tahun dengan tujuan meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris sekaligus pemahaman dasar tentang kulit, meliputi anatomi, fungsi, penyakit, serta perawatan kulit.
Kegiatan dipandu oleh anggota kelompok 5 GR-4A, yaitu Nidya, Zulfia, Dewi, dan Eka. Metode pembelajaran dirancang interaktif melalui media mading (majalah dinding) dengan konsep bilingual, yaitu bahasa Inggris dan Indonesia, sehingga memudahkan peserta dalam memahami materi secara bertahap.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta. Selanjutnya, dilakukan permainan 鈥Guess Me鈥 sebagai bentuk penilaian awal terhadap pengetahuan peserta terkait bahasa Inggris dan konsep dasar anatomi kulit. Permainan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman awal sekaligus membangun suasana belajar yang menyenangkan.
Memasuki sesi inti, penyampaian materi dilakukan menggunakan media mading bilingual. Materi yang disampaikan mencakup bagian-bagian kulit (anatomy of the skin), fungsi kulit (function of skin), jenis penyakit kulit (skin diseases), serta cara merawat kulit (skin care). Penggunaan dua bahasa membantu peserta memahami istilah-istilah baru dalam bahasa Inggris tanpa menghilangkan konteks makna dalam bahasa Indonesia.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan praktik cuci tangan enam langkah sebagai upaya pencegahan masuknya bakteri melalui kulit. Praktik ini tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah edukasi, dilakukan permainan 鈥Match Me鈥. Dalam sesi ini, setiap peserta diminta membaca dan mencocokkan informasi dalam bahasa Inggris secara mandiri. Kegiatan ini melatih kemampuan membaca 鈥reading鈥 sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Respon peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta keterlibatan dalam sesi praktik. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta, khususnya dalam mengenal istilah bahasa Inggris terkait anatomi kulit.
Sebagai bentuk apresiasi, diberikan hadiah kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian jargon bersama sebagai bentuk penguatan semangat belajar.
Penulis: Nidya Athalia Nirmala
Pembimbing: Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S. Kep., Ns., M. Kep., Ns., Sp. Kep. M. B.
Program Studi: D3 Keperawatan





