¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Ulas Inovasi Baterai Masa Depan, Dosen FTMM UNAIR Jadi Pembicara Tamu di Thailand

UNAIRNEWS – Dosen Program Studi Rekayasa Nanoteknologi, ¶«¾©ÈÈ (UNAIR), Fadjar Mulya, Ph.D., kembali mengukuhkan kiprah akademisi UNAIR di kancah internasional. Ia diundang sebagai pembicara tamu (guest speaker) dalam ajang The 29th International Annual Symposium on Computational Science and Engineering (ANSCSE-29) yang berlangsung pada 22–25 Juli 2026 di Kantary Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand.

Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Synchrotron Light Research Institute bersama Suranaree University of Technology (Thailand) ini merupakan salah satu forum sains bereputasi. ANSCSE-29 menjadi wadah berkumpulnya peneliti, akademisi, dan mahasiswa global untuk memaparkan perkembangan terbaru di bidang metode komputasi, fisika, kimia, biologi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-29 ini sekaligus menegaskan rekam jejak dan reputasi panjang simposium tersebut di tingkat global. Dalam simposium bereputasi tinggi tersebut, Fadjar Mulya, Ph.D., membawakan riset unggulannya mengenai pengembangan material energi masa depan yang berjudul:

“DFT Study of High-Performance Nano-anodes for K-ion Batteries using Graphene Quantum Dots (GQDs) and N-Doped GQDs”.

Riset ini mengulas studi berbasis komputasi (Density Functional Theory/DFT) untuk merancang material nano-anoda berkinerja tinggi pada Baterai Ion Potassium (K-ion Batteries) memanfaatkan Graphene Quantum Dots (GQDs) dan N-Doped GQDs. Inovasi ini digadang-gadang menjadi salah satu alternatif penting dalam pengembangan teknologi penyimpanan energi terbarukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Keterlibatan dosen FTMM UNAIR dalam ajang ini semakin menyejajarkan posisi UNAIR dengan institusi Riset dan Perguruan Tinggi papan atas dunia. Pasalnya, ANSCSE-29 menghadirkan deretan pembicara dan peserta dari universitas ternama dunia, seperti University of Toronto (Kanada), Chalmers University of Technology (Swedia), Nanyang Technological University (Singapura), The University of Tokyo (Jepang), National Taiwan University (Taiwan), IIT Kanpur (India), hingga South China Normal University (Cina).

Kehadiran wakil UNAIR di ANSCSE-29 ini tidak hanya memperkuat posisi universitas dalam pemeringkatan riset dunia (World Class University), tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset internasional, khususnya dalam bidang nanoteknologi dan sains komputasi di masa depan.

AKSES CEPAT