UNAIR NEWS — Tim ECOFISH 1.0 yang diinisiasi oleh KAKEMA (Kajian Keilmiahan Mahasiswa) sebagai salah satu tim yang lolos Program SDGs ¶«¾©ÈÈ Tahun 2026 menyelenggarakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat selama 3 minggu di desa Ketapanrame, Mojokerto. Melalui program bertajuk Ecological Community for Fisheries Sustainability and Health (ECOFISH).
Fondasi Budidaya Ikan Nila Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan diawali pada (12–14/07/2026) dengan persiapan budidaya ikan nila melalui pembuatan media bioflok, pembuatan pakan alternatif berbahan dasar ampas tahu, serta penebaran benih ikan nila. Kegiatan ini meliputi persiapan kolam, pemasangan instalasi pendukung, pembentukan media bioflok, hingga penebaran benih sebagai tahap awal pemeliharaan. Melalui penerapan teknologi bioflok dan pemanfaatan bahan baku sebagai pakan alternatif, diharapkan tercipta sistem budidaya lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan produktivitas ikan nila.
Dasar Budidaya Ikan Nila
ECOFISH resmi dibuka (15/07/2026) melalui Opening Ceremony yang dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai dasar budidaya ikan nila oleh Muhammad Hanif Azhar SPi MSi PhD. Materi yang disampaikan meliputi persiapan budidaya, pemilihan benih yang berkualitas, manajemen pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, serta langkah-langkah pemeliharaan yang baik untuk meningkatkan keberhasilan budidaya ikan nila.
“Budidaya ikan nila yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada ketersediaan benih dan pakan, tetapi juga pada pemahaman masyarakat terhadap manajemen budidaya yang baik. Kami harap masyarakat mampu menerapkan teknik budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi,” ujar Muhammad Hanif Azhar.
Penyuluhan Gizi Ikan dan Diversifikasi Produk Olahan Perikanan
Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya, ECOFISH menyelenggarakan penyuluhan gizi ikan dan pelatihan pembuatan tahu bakso berbahan dasar ikan nila oleh Dwi Yuli Pujiastuti SPi MP MSc dan menggandeng FPC pada (17/07/2026). “Ikan nila merupakan sumber protein yang berkualitas dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. Edukasi mengenai gizi ikan dan diversifikasi produk diharapkan dapat meningkatkan minat konsumsi ikan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tutur Dwi Yuli Pujiastuti.

Edukasi Perikanan Tanamkan Kepedulian Sejak Usia Dini
Pada (22/07/2026), tim ECOFISH melaksanakan kegiatan edukasi dasar perikanan di Madrasah Ibtidaiyah Dwi Dasa Warsa yang diikuti oleh 55 siswa kelas 5. Materi disampaikan meliputi pengenalan perikanan, jenis-jenis ikan, manfaat mengonsumsi ikan, serta pentingnya menjaga lingkungan perairan. Penyampaian dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif sebagai bagian dari ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Panen Raya dan Kebersamaan
Rangkaian kegiatan ECOFISH ditutup pada (29/07/2026) melalui tiga kegiatan utama, yaitu kerja bakti lingkungan, senam sehat lansia, serta panen raya ikan nila hasil budidaya bioflok. Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan program, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bakar ikan bersama yang diikuti oleh masyarakat dan seluruh tim pelaksana.
Membangun Perikanan Berkelanjutan melalui Kolaborasi
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program ECOFISH mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 14 (Life Below Water). Kolaborasi antara KAKEMA Fakultas Perikanan dan Kelautan ¶«¾©ÈÈ, dosen pembimbing, Fisheries Processing Club, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terwujudnya budidaya perikanan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis: Aditya Jayawardhana Ramadhani





