UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) menggelar pengajian dalam rangka menyemarakkan peringatan Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Jumat (31/7/2026) bertempat di Aula Fadjar Notonagoro, Kampus Dharmawangsa B UNAIR.
FEB UNAIR menghadirkan penceramah kondang, Ustadz H. Das’ad Latif, untuk menyampaikan tausiyah secara langsung di hadapan pimpinan universitas, jajaran dekanat, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Pengajian ini mengusung tema “Menguatkan Spiritualitas, Meneguhkan Integritas, dan Membangun Kepemimpinan Unggul yang Berdampak bagi Bangsa dan Peradaban.”

Ingatkan Pentingnya Bekal Iman dan Bahaya Menderita di Alam Kubur
Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad Latif menekankan pentingnya menjaga keimanan sebagai fondasi utama kehidupan. Ia mengingatkan para hadirin bahwa semua jabatan, harta, dan kedudukan di dunia tidak akan berguna jika seseorang mengabaikan aspek keimanan kepada Allah SWT.
“Ulang tahun Fakultas Ekonomi UNAIR sangat luar biasa karena bikin pengajian. Supaya menguatkan iman, menguatkan spiritualitas bagi civitas akademika,” ujar Ustadz Das’ad Latif di hadapan para jamaah.
Selanjutnya, ia menyampaikan perbedaan mendasar antara penderitaan di dunia dan penderitaan di alam kubur. Menurutnya, kesusahan di dunia masih memiliki banyak pilihan serta jalan keluar, sedangkan penderitaan setelah kematian bersifat mutlak tanpa ada kesempatan untuk kembali.
“Menderita di dunia ini masih ada harapan dan pilihan. Namun ketika masuk kubur tidak ada pilihan, senang tidak senang harus tinggal di situ,” tegas Ustadz Das’ad Latif.

Peran Orang Tua Menjaga Aqidah Anak dan Menyiapkan Amal Jariah
Lebih lanjut, Ustadz Das’ad Latif menyoroti tiga amalan utama yang terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, sebagaimana ajaran Rasulullah SAW. Salah satu poin krusial yang ia garis bawahi adalah pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan salihah melalui penanaman aqidah sejak dini.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak terjebak pada kepuasan pencapaian duniawi anak semata. Orang tua juga harus aktif mengawasi perkembangan moral serta agama anak-anak mereka di tengah gempuran teknologi modern.
“Sayangnya iblis berhasil membelokkan pikiran kita. Kita lebih bangga melihat anak jadi pejabat atau kontraktor, meskipun kita tidak pernah melihat dia saleh. Orang tua zaman sekarang bahkan lebih sibuk menjaga handphone daripada menjaga anak,” tutur Ustadz Das’ad Latif menyindir kebiasaan masyarakat saat ini.
Ia menutup ceramahnya dengan mengajak seluruh jamaah untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Amalan tersebut yaitu meneladani Surah Luqman dalam menanamkan fondasi tauhid kepada anak, serta gemar bersedekah sebagai bekal hakiki di akhirat kelak. Melalui agenda pengajian ini, FEB UNAIR terus berkomitmen melahirkan calon pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





