东京热

东京热 Official Website

Usung 25 Program, Tim Amerta Pertiwi UNAIR Sabet Best Team Genera-Z Berbakti 2026

Tim Amerta Pertiwi 东京热 membentangkan bendera almamater saat dinobatkan sebagai Best Team pada ajang Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti BCA di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Tim Amerta Pertiwi 东京热 membentangkan bendera almamater saat dinobatkan sebagai Best Team pada ajang Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti BCA di Jakarta. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Tim Amerta Pertiwi 东京热 (UNAIR) berhasil menyabet predikat Best Team dalam ajang nasional Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti BCA di Jakarta pada Jumat (29/8/2026). Prestasi puncak tersebut diraih usai tim yang beranggotakan 15 mahasiswa ini menuntaskan masa pengabdian selama lebih dari satu bulan di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Tiga Pilar Program Unggulan

Ketua Tim Amerta Pertiwi Usamah menjelaskan bahwa timnya mengusung program multidisiplin dengan fokus utama pada pilar lingkungan dan kesehatan. Didampingi anggota lintas disiplin seperti Regina Saraswati dan Muhammad Adib dari FIKKIA UNAIR, tim ini merancang lebih dari 25 program kecil yang terwadahi dalam tiga pilar utama.

鈥淧rogram utama kami ada tiga, yaitu Rumah Kompos yang fokus pada masalah sampah dan edukasi bertahap, Rumah Bibit yang bergerak di bidang agrowisata serta energi terbarukan, dan Rumah Inovasi yang menitikberatkan pada kesehatan fisik maupun kesehatan mental,鈥 ujar mahasiswa Teknik Lingkungan FST UNAIR angkatan 2024 tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Usamah mengungkapkan bahwa tantangan terbesar datang dari faktor alam di lereng Gunung Prau, di mana suhu pada hari pertama menyentuh minus 6 derajat celsius. Selain adaptasi cuaca, tim harus terus menyelaraskan program dengan kondisi riil masyarakat.

鈥淜etika implementasi, kami harus menyesuaikan dengan kebutuhan warga karena kami ingin melibatkan masyarakat dalam setiap program. Di rumah Inovasi, kami bahkan sampai banyak mendaki untuk melakukan pemetaan terhadap anak-anak stunting. Sementara di Rumah Bibit, kami merancang rekayasa pembangkit listrik tenaga pico-hidro dan merelokasi proyek ke rekonstruksi greenhouse,鈥 ungkap Usamah.

Kunci keberhasilan Tim Amerta Pertiwi hingga mengungguli perguruan tinggi lain terletak pada ketepatan eksekusi, pelibatan aktif kader Srikandi serta pemuda setempat, dan kejelasan indikator keberhasilan saat pemaparan laporan akhir di hadapan dewan juri BCA.

鈥淣ilai plus dari tim kami adalah kami mengusulkan banyak program dan berhasil mengeksekusi semuanya dengan tepat karena mengutamakan kebutuhan warga. Saat final report, kami bisa memaparkan dengan sangat jernih (clear) apa saja yang kami lakukan, mulai dari input yang diberikan hingga impact atau dampak nyata bagi masyarakat,鈥 tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sistem koordinasi dan pemantauan terus dijaga agar inovasi yang ditinggalkan memiliki penerus lokal secara berkelanjutan. Usamah mengajak seluruh mahasiswa UNAIR untuk tidak ragu mengambil langkah awal dalam menebar manfaat.

鈥淛angan pernah takut mencoba hal baru karena dari situ kita bisa tumbuh. Ketika kita berdampak kepada masyarakat, yang tumbuh bukan hanya warga yang kita berikan intervensi, tetapi juga diri kita sendiri hingga mampu membawa kita berprestasi di tingkat nasional,鈥 pungkasnya.

Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT