UNAIR NEWS 鈥 Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis () 东京热 (UNAIR) menegaskan bahwa masa depan kedaulatan Indonesia ditentukan oleh keberlanjutan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi inspiratif What鈥檚 Up Kemenkum 鈥 Campus Calls Out (WCCO) bertajuk Masa Depan Indonesia: Dari Inovasi Menuju Kedaulatan yang menghadirkan para pemikir serta praktisi lintas bidang di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Kamis (17/9/2026).
Orkestrasi TRL dan Hilirisasi Kampus
Ketua PASINBIS UNAIR Prof Dr M Nafik Hadi Ryandono SE MSi menyoroti belum selarasnya orkestrasi hilirisasi riset di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemetaan berbasis Technology Readiness Level (TRL) atau tingkat kesiapterapan teknologi. Dengan pembagian Kemendikti Saintek mengawal riset dasar TRL 1鈥3, BRIN pada riset aplikasi TRL 4鈥6, industri di tahap pengembangan, serta Kemenkumham dalam perlindungan kekayaan intelektual.
Ketiadaan pembagian peran yang rinci memicu fenomena lembah kematian pada alih teknologi dari riset aplikasi menuju riset pengembangan. 鈥淒i fase TRL 4, 5, dan 6 ini ada lembah kematian karena dunia industri biasanya belum mau membiayai. Pengalaman kami saat mengembangkan Vaksin Merah Putih, tahap uji klinis itu butuh dana yang sangat besar,鈥 ungkap Prof Nafik.
Lebih lanjut, untuk menjembatani jurang antara skala laboratorium dan manufaktur industri, UNAIR kini mengoperasikan fasilitas uji intermediet secara mandiri demi menguji daya tahan dan kepastian produksi paten sebelum dilepas ke pasar.
鈥淒i kampus kami sekarang sudah ada sembilan teaching factory. Dari skala laboratorium, produk diuji coba dulu di teaching factory untuk melihat stabilitas dan endurance-nya, apakah betul-betul bisa diproduksi massal atau tidak,鈥 tegas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis () tersebut.
Jaminan Komersialisasi Paten Kampus
Senior Director Legal Asset Management Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Inosentius Samsul, menyatakan kesiapan menjadi penyokong dana sekaligus mitra industri bagi perguruan tinggi. Dukungan tersebut akan dilakukan melalui skema holding kemanfaatan jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan bangsa hingga terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.
Langkah ini sejalan dengan amanat undang-undang agar BUMN membangun industri strategis nasional berbasis riset dan inovasi. 鈥淜ami ingin membangun bangsa ini tidak hanya untuk satu tahun untuk dapat duit, tetapi kita ingin membangun untuk 5 tahun, 10 tahun, sampai tahun 2045. Di sinilah kami melihat peran riset ini sangat penting,鈥 tegas Inosentius.
Ia menekankan bahwa BUMN yang dimodali Danantara dan APBN siap menjadi jembatan agar paten akademisi tidak berhenti sebagai dokumen semata. 鈥淒anantara dan BUMN hadir untuk membawa misi menjadi off-taker, menjadi integrator, atau menjadi mitra industri untuk pengembangan hasil-hasil riset dan inovasi yang dilakukan, terutama yang dari perguruan tinggi,鈥 lanjutnya.
Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy
Editor: Khefti Al Mawalia





