UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 东京热 (UNAIR) membangun dua Pos Pantau Tanggap Darurat pada Minggu-Sabtu (6-12/9/2026) di depan Balai Desa Udapi Hilir dan di Halaman Puskesmas SP4 Prafi, Manokwari. Pembangunan pos tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Pasalnya, pos tersebut nantinya akan berisi papan status kondisi darurat beserta nomor-nomor yang dapat dihubungi dalam situasi darurat, sarana komunikasi berupa HT, serta pemasangan kentongan sebagai early alarm system sederhana.
Dr Neffrety Nilamsari SSos MKes selaku ketua tim menjelaskan bahwa pembangunan diarahkan agar pos tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan. Melainkan juga menjadi titik koordinasi awal masyarakat ketika terjadi banjir, gempa, maupun longsor. Selain aspek fisik, perkembangan pada aspek nonfisik juga berkembang dengan berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat.
鈥淓dukasi warga kami lakukan melalui sosialisasi mengenai potensi dan tanda-tanda awal bencana alam, jalur, dan prosedur evakuasi, pentingnya pelaporan kondisi lingkungan, serta peran masyarakat dalam menjaga dan memantau wilayah yang memiliki risiko bencana. Wujud kegiatan terlaksana melalui simulasi bencana gempa di SMPN 7 Prafi dan diikuti lebih dari 200 peserta,鈥 ungkapnya.聽聽
Strategi Utama
Neffrety mengaku bahwa sejak awal tim telah merancang strategi agar Pos Tanggap Darurat tidak berhenti setelah program berakhir. Prinsip utama yang ia dan tim gunakan mencakup alih kelola, penguatan kapasitas lokal, dan integrasi pos ke dalam sistem kelembagaan desa. Sehingga keberlanjutan pos tidak bergantung pada keberadaan Tim Ekspedisi Patriot 6 UNAIR.聽
Keberlanjutan Pos Tanggap Darurat dilakukan melalui pengalihan pengelolaan kepada desa, peningkatan kapasitas kader, dan penyusunan SOP operasional. Langkah ini didukung oleh integrasi dengan perencanaan desa, penguatan jejaring kemitraan, serta penerapan mekanisme pemantauan pascaprogram.
鈥淚ndikator keberlanjutan kami pantau dari adanya pengelola aktif, tersedianya jadwal piket, kondisi sarana yang terawat, adanya kegiatan edukasi atau simulasi secara berkala, tersedianya logbook kegiatan, serta kemampuan kader mengaktifkan pos ketika terjadi kondisi darurat,鈥 imbuhnya.聽
Beroperasi Secara Mandiri dan Berkelanjutan
Dengan strategi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 6 UNAIR tidak hanya berhenti pada program. Melainkan juga merupakan proses peralihan dari university-led program menjadi community-owned and village-supported disaster preparedness system. Target akhirnya adalah ketika Tim Ekspedisi Patriot 6 UNAIR meninggalkan lokasi, masyarakat sudah memiliki kelembagaan, sumber daya manusia, SOP, sarana, dan mekanisme pembiayaan yang memungkinkan Pos Tanggap Darurat tetap beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan.
鈥淒alam jangka panjang, kami tetap dapat berperan sebagai mitra pendamping dan knowledge partner. Sedangkan, kepemilikan dan operasional sehari-hari sepenuhnya berada pada masyarakat dan pemerintah desa. Kami tidak ingin sekedar meninggalkan bangunan, tetapi meninggalkan sistem yang bisa berjalan tanpa kami,鈥 tegasnya.
Neffrety berharap warga tidak lagi merasa bahwa ketika terjadi gempa, banjir, longsor, atau kondisi darurat lainnya, mereka harus menunggu bantuan dari luar. Dengan adanya pos ini, masyarakat memiliki tempat untuk berkumpul, berkoordinasi, memperoleh informasi, dan melakukan respons awal secara cepat dan terorganisasi. Ia juga berharap semakin banyak warga yang memiliki pengetahuan dan keberanian untuk saling melindungi. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan bantuan khusus.
Pos di SP4 Udapi Hilir harapannya dapat menjadi pusat pembelajaran dan budaya kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan pemantauan lingkungan, edukasi, simulasi, serta pemeliharaan sarana secara rutin.鈥 Keberlanjutan fungsi pos dan keaktifan kader menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan semakin tangguh.鈥 鈥淚tulah keberhasilan dan warisan terbesar yang ingin kami tinggalkan melalui program ini,鈥 harapnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Yulia Rohmawati





