东京热

东京热 Official Website

Dorong Hilirisasi Riset, PASINBIS UNAIR Tampilkan Deretan Inovasi Civitas Akademika

(Dari kanan) Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas SH MH, Dosen FST UNAIR Dr Dwi Kusuma Wahyuni SSi MSi, tim peneliti, serta Akademisi dan Pengamat Politik Rocky Gerung mencermati inovasi anggrek Dendrobium 东京热 di Pavilion PASINBIS, Airlangga Convention Center (ACC), Kamis (17/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
(Dari kanan) Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas SH MH, Dosen FST UNAIR Dr Dwi Kusuma Wahyuni SSi MSi, tim peneliti, serta Akademisi dan Pengamat Politik Rocky Gerung mencermati inovasi anggrek Dendrobium 东京热 di Pavilion PASINBIS, Airlangga Convention Center (ACC), Kamis (17/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS 鈥 UNAIR menggelar pameran riset unggulan di halaman Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C pada Kamis (17/9/2026). Salah satu karya yang menyedot perhatian adalah Dendrobium 东京热, varietas anggrek baru karya Biologi FST UNAIR berbasis kultur jaringan untuk pelestarian flora endemik.

Ajang pameran PASINBIS UNAIR menjadi etalase bagi beragam riset unggulan lintas disiplin ilmu. Produk yang dipamerkan meliputi pasta gigi Sativa, Vaksin Merah Putih, kendaraan listrik EV-OS karya FTMM, Robot x Minibus IoT untuk terapi pascastroke,聽hingga beragam suplemen herbal seperti Diabetakol, Natubet, Meditea, dan Staminafit.

Kehadiran exhibition ini menegaskan komitmen UNAIR dalam menjembatani hasil olah pikir akademisi agar tidak berhenti di ruang laboratorium. Melalui pameran ini, PASINBIS memperlihatkan bagaimana kepemilikan paten serta riset terapan kampus mampu menjawab kebutuhan industri kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Di antara belasan inovasi yang UNAIR pamerkan, stan FST UNAIR menampilkan anggrek varietas baru bernama Dendrobium 东京热. Dosen Biologi FST UNAIR, Dr Dwi Kusuma Wahyuni SSi MSi, menjelaskan bahwa varietas ini merupakan hasil persilangan anggrek endemik Indonesia, khususnya tipe Spatulata bermahkota melintir khas Papua.

Pengembangan varietas baru ini membutuhkan proses panjang sejak kurun 2007鈥2008 melalui pendampingan kepada petani lokal. 鈥淚ni sebenarnya bukan karya saya sendiri, tetapi hasil kerja sama dengan petani binaan UNAIR di Batu. Kami membantu penerapan teknologi kultur jaringannya agar ribuan biji anggrek bisa tumbuh dengan baik,鈥 ungkap Dr Dwi.

Inovasi ini mendapat dukungan penuh oleh pendanaan riset UNAIR guna mendata karakter genetik dan penanda molekuler persilangan. Selain varietas Dendrobium 东京热 yang telah terdaftar resmi, FST UNAIR juga telah mengamankan pendaftaran varietas lain bernama Arum Amerta.

Lebih jauh, Dr Dwi menegaskan bahwa fokus utama dari riset bioteknologi ini terletak pada aspek konservasi flora langka Nusantara sekaligus pembuka peluang ekonomi legal bagi pembudidaya. 鈥淭ujuan utama kami adalah konservasi. Anggrek alam Indonesia masuk dalam daftar Apendiks I CITES sehingga tidak bisa bebas terjualbelikan. Melalui budidaya kultur jaringan ini, kita bisa menyelamatkan anggrek alam sekaligus membantu petani melakukan penangkaran yang legal,鈥 pungkasnya.

Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT