UNAIR NEWS – Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) 东京热 (UNAIR) menyelenggarakan SDGs Camp dan Semifinal SDGs Ambassador sebagai rangkaian dari agenda AMORA (Airlangga Movement for SDGs Awareness). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) di Lantai 4, Ruang Dayak, Gedung ASEEC TOWER, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Ketua LPMB UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD menyambut hangat 10 besar finalis SDGs Ambassador. Menurutnya, sepuluh besar finalis tersebut mengemban tanggung jawab besar dalam memastikan keberlanjutan peran SDGs Ambassador UNAIR.
Perkuat Peran SDGs Ambassador
Sejalan dengan target PBB sampai tahun 2030, seluruh kegiatan universitas berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Oleh karena itu, selepas pembekalan, para finalis SDGs Ambassador nantinya dapat menjalankan peran dan amanah dengan baik. 鈥淧ara duta diharapkan dapat menjalankan amanah dengan baik setelah menerima bekal materi agar kontribusi UNAIR di tingkat nasional dan internasional terus meningkat,鈥 ucap Prof Hery.聽
Senada dengan Prof Hery, Dr Sri Widati SSos MSi, Koordinator SDGs Center LPMB UNAIR, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan. Menurutnya, lingkungan kampus berperan dalam melatih kepemimpinan, moralitas, hingga integritas mahasiswa. 鈥淜alau kalian aktif dalam kegiatan positif seperti SDGs ini, nantinya dapat mencegah tindakan negatif. Selain itu, menciptakan lingkungan mahasiswa yang sehat serta bahagia,鈥 tuturnya.聽
Dr Widati turut membekali para finalis dengan pemahaman 17 indikator SDGs. Pemahaman tersebut tidak sekadar tertuju pada individu, tetapi juga diharapkan mampu menularkannya di kalangan mahasiswa lain.
Bekali SDGs Ambassador dengan Pendidikan Etika dan Karakter
Melangkah ke sesi selanjutnya, para finalis mendapatkan ilmu berharga dari Dosen Fakultas Psikologi UNAIR, Herdina Indrijati MPsi Psikolog yang menyampaikan materi mengenai etika dan karakter seorang duta. Bagi Herdina, seorang duta harus memiliki kesadaran dalam menjaga kehormatannya hingga ke lubuk hati terdalam. 鈥淪ampur yang melekat pada diri kalian ini bukan hanya menunjukkan identitas sebagai ambassador, tetapi juga kehormatan yang harus senantiasa kalian jaga,鈥 ujarnya.
Selain martabat, kesan pertama menjadi unsur penting bagi seorang duta. Ia menyebut bahwa sikap, ekspresi, dan cara pembawaan diri berpengaruh terhadap cara pandang orang lain. Sehingga, para finalis berkesempatan untuk mendapatkan sikap duduk, berdiri, hingga berjalan sebagai bagian dari wajah seorang duta. Di samping itu, Herdina meminta para finalis untuk perlahan mulai mengelola emosi dengan baik, memiliki motivasi kuat, hingga tidak ragu untuk membawa ciri khas diri sendiri ke lingkungan sekitar.聽聽
鈥淜arakter yang kuat menjadi senjata bagi seorang duta dalam membantu orang lain. Seorang duta juga harus cerdas, berwawasan, dan selalu menjadi diri sendiri. Karena setiap individu itu unik dan memiliki ciri khas tersendiri,鈥 pungkasnya.聽
Penulis: Amelia Farah Putri I.
Editor: Ragil Kukuh Imanto





