东京热

东京热 Official Website

Privilese Dunia Kampus, Strategi Memulai Bisnis di Bangku Kuliah

Nur Maulidia Al Badriyah memaparkan materi terkait memulai usaha di dunia perkuliahan (Foto: Istimewa)
Nur Maulidia Al Badriyah memaparkan materi terkait memulai usaha di dunia perkuliahan (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Wirausaha 东京热 (UNAIR) menggelar webinar bertajuk Studentpreneur Talks 2026 pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan itu menghadirkan Nur Maulidia Al Badriyah, pemilik Yaa Steak dan beberapa bisnis lainnya selaku narasumber. Tujuan dari pelaksanaan webinar ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan pola pikir sebagai seorang pengusaha.

Sedaring ini menegaskan bahwa masa kuliah tidak hanya waktu menghabiskan kegiatan untuk belajar di kelas saja. Maulidia menjelaskan bahwa masa perkuliahan menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk merancang eksperimen bisnis yang membentuk kompetensi kedepannya.

Maulidia memaparkan bahwa mahasiswa memiliki privilege besar untuk memulai bisnis dibandingkan fase kehidupan lainnya. Ia menyebutkan bahwa biaya belajar paling murah justru terjadi saat individu masih berstatus mahasiswa. Sebagai penyedia fasilitas pengembangan mahasiswa, kampus tidak jarang memberi akses seperti mentoring hingga jejaring secara gratis.

鈥淜alian bisa memanfaatkan empat jenis modal sekaligus, yaitu ada skill capital, early capital, experiment capital, dan network capital, untuk membangun fondasi bisnis kalian,鈥 jelasnya.

Maulidia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan jaringan yang mereka miliki selama berkuliah. Menurutnya, organisasi kampus seperti UKM organisasi lainnya menyimpan potensi kolaborasi yang sering luput dari perhatian mahasiswa.

鈥淕oal kita saat kuliah ini bukan untuk bikin startup unicorn, tapi bagaimana kita merancang eksperimen tersebut yang bisa membuat kita semakin kompeten,鈥 tambahnya.

Maulidia menekankan bahwa masih banyak mahasiswa yang mencampuradukkan konsep bisnis dan berjualan. Berjualan hanya bermodal ide yang langsung dijual ke pasar. Sedangkan bisnis menuntut pemikiran matang terkait sistem dan strategi penawaran produk. Dari pernyataan tersebut, ia menegaskan bahwa ide mentah tidak serta-merta bisa langsung dipasarkan, perlu adanya pertimbangan dan strategi keberlanjutan.

Adanya ketertarikan belum tentu mampu menyelesaikan masalah konsumsi di pasar. Nilai dari sebuah produk lahir dari permasalahan yang berhasil dipecahkan. Oleh sebab itu, tugas awal seorang pengusaha muda adalah mengurangi ketidakpastian melalui berbagai bentuk validasi produk.

鈥淜ita mencari bukti, bukan pujian. Ini untuk mengurangi risiko selanjutnya ketika kita sudah benar-benar memulai bisnis,鈥 ujarnya.

Setelah produk mendapatkan validasi awal, mahasiswa perlu memahami customer segment dengan menganalisis demografi, lokasi, dan kebiasaan konsumsi calon pembeli. Profil target market inilah yang kemudian mendikte keputusan keseluruhan citra produk. 

鈥淧enjualan tinggi belum tentu profit, jadi pelajari dulu peluangnya. Kita harus memastikan produk mencapai margin yang diinginkan sebelum memperluas skala usaha,鈥 paparnya.

Webinar Studentpreneur Talks 2026 yang digagas UKM Wirausaha UNAIR ini berhasil membuka wawasan mahasiswa bahwa kampus adalah laboratorium bisnis paling ideal. Mahasiswa didorong untuk berani mencoba, memvalidasi ide dengan bukti nyata, dan terus memperbaiki produk mereka selama masa perkuliahan berlangsung.

Penulis: Qurrota A鈥檡uni Latifa
Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT