UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) kembali tegaskan komitmen sebagai kampus entrepreneur. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaannya dalam Surabaya Great Expo dengan memamerkan berbagai produk inovasi unggulan. Pameran multiproduk dan UMKM yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya itu resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Dr Eri Cahyadi ST MT pada Rabu (5/8/2026) di Exhibition Hall, Grand City Surabaya.
Turut hadir dalam pembukaan pameran, Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis, Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi bersama Koordinator Inkubator Bisnis dan Start-up Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MSc IBF PhD.聽
Percepat Hilirisasi
Bayuny menerangkan, pameran ini menjadi ajang bagi UNAIR untuk mengenalkan karya-karya inovatif kepada masyarakat luas. 鈥淪aya rasa ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kita, untuk meningkatkan exposure produk-produk inovasi UNAIR dan tenant binaan UNAIR,鈥 ujarnya.

Selain meningkatkan exposure, hadirnya UNAIR pada pameran ini juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi riset. Pasalnya, pameran ini tidak hanya dihadiri oleh pelaku industri serta instansi pemerintah daerah, tetapi juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga investor.
鈥淪trategi hilirisasi di UNAIR ada banyak jalurnya. Termasuk kalau kita mau meningkatkan exposure, ya harus sering-sering ikut expo seperti ini. Supaya masyarakat tahu bahwa kampus kita tidak hanya kampus pendidikan, tetapi juga kampus entrepreneur,鈥 tambahnya.
Keikutsertaan UNAIR dalam pameran ini juga selaras dengan komitmen untuk memastikan bahwa hasil riset civitas academica tidak hanya berhenti pada lembar-lembar publikasi. Melainkan juga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.
Menyelaraskan Hasil Riset dan Pasar
Saat ini, sambung Bayuny, UNAIR melalui PASINBIS tengah gencar memperluas akses pasar terhadap hasil riset dan inovasi para dosen. Salah satu langkah yang dilakukan adalah berupaya menyelaraskan antara hasil riset dengan kebutuhan pasar.
鈥淜ami sedang mengklasifikasikan mana riset yang memang dibutuhkan pasar dan bisa diproduksi dengan harga terjangkau. Itulah yang sedang kami formulasikan di bawah komando Prof Koko (Wakil Rektor EEPB, red) agar produk riset dosen-dosen UNAIR bisa match dengan keinginan dan kebutuhan pasar,鈥 paparnya.
Dalam meningkatkan hilirisasi, Bayuny menyadari bahwa UNAIR memerlukan sinergi dengan pihak terkait, tak terkecuali pemerintah. UNAIR, katanya, senantiasa menjemput setiap kesempatan untuk mengenalkan produk-produk inovasinya. Dengan demikian, selain terbentuk kerja sama yang solid dengan berbagai pihak, karya-karya unggulan UNAIR juga dapat lebih dikenal masyarakat.
鈥Expo ini adalah salah satu bentuk kerja sama yang baik antara kita dengan pemerintah kota. Inilah salah satu jalur mengenalkan bahwa UNAIR punya banyak produk. Kita tidak bisa menunggu saja, tetapi juga harus menjemput kesempatan, selain memanfaatkan media sosial dan platform digital kita,鈥 tegasnya.
Sebagai informasi, UNAIR menampilkan produk-produk inovasi dari para peneliti dan dosen dari lintas disiplin ilmu. Mulai dari pasta gigi SATIVA, Meditea, Diabetkol, hingga Airbilisun dan Airbilinest, perangkat medis inovatif untuk menangani penyakit kuning pada bayi baru lahir.
Beragam inovasi yang dipamerkan mencerminkan komitmen UNAIR dalam mendorong hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium atau artikel ilmiah. Melainkan juga berkembang menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Yulia Rohmawati





