UNAIR NEWS – Rizal Agung Kurnia SHum MPhil, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 东京热 (UNAIR) hadir sebagai perwakilan Indonesia dalam proyek internasional Summer Institute di Rusia. Summer Institute merupakan proyek yang terselenggara atas inisiatif Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, serta Lembaga Anggaran Negara Federal 鈥淪ociocenter鈥, yang mempertemukan 125 dosen dan peneliti muda dari berbagai negara untuk belajar di lima universitas terkemuka di Rusia. Kegiatan tersebut berjalan selama 14 hari sejak Minggu (19/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026) mendatang.
Momen tersebut menjadi peluang untuk menggali berbagai ilmu pengetahuan sekaligus mempererat relasi akademik internasional. Terdapat enam delegasi dari Indonesia yang tersebar di beberapa kampus Rusia, dan Rizal menjadi satu-satunya akademisi Indonesia yang berkesempatan untuk mengikuti program Summer Institute di Linguistic University of Nizhny Novgorod (LUNN).
鈥淭entu sebuah kehormatan bagi saya mewakili Indonesia, khususnya UNAIR dan Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) FIB. Senang dan bahagia bisa kembali menyelami khazanah pengetahuan di Rusia,鈥 ungkapnya.
Soroti Ekosistem Riset Rusia
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di paviliun ATOM, VDNH, Moskow pada Senin (20/7/2026) memperkenalkan kesiapan ekosistem sains Rusia. Khususnya mengenai peran perusahaan nuklir negara, Rosatom. Mereka berkiprah melalui dukungan universitas-universitas terkemuka serta pembinaan saintis muda sedari tingkat dasar.
鈥淩osatom didukung oleh universitas-universitas terkemuka di seluruh wilayah Rusia. Mereka bahkan memiliki ekosistem sendiri untuk mencetak saintis dalam bidang nuklir di masa depan sejak sekolah tingkat dasar,鈥 tuturnya.
Selain itu, di sana juga terbentuk komunitas-komunitas ilmiah yang berada di bawah naungan Rosatom secara langsung. Menurutnya, pembentukan ekosistem ilmiah yang dibangun selama ratusan tahun menjadi poin krusial dalam upaya perkembangan suatu negara.
鈥淎pa yang bisa kita ambil? Pembentukan ekosistem ilmiah menjadi poin penting dalam kemajuan sebuah negara. Dan itu semua tidak mungkin jadi dalam satu atau dua tahun,鈥 imbuhnya.

Rangkaian Studi Budaya dan Riset Bersama
Rangkaian kegiatan berlanjut ke lokasi utama di Nizhny Novgorod. Selama 14 hari pelaksanaan, kegiatan berfokus pada pembahasan sinergi penelitian jangka panjang serta pemahaman budaya Rusia secara komprehensif guna mencapai tujuan akhir yakni kolaborasi akademis. Para peserta juga diarahkan untuk mengikuti serangkaian studi lapangan di beberapa kota historis dan pusat inovasi, seperti Nizhny Novgorod, Bolshoye Boldino, Knyaginino, Saransk, Kazan, hingga Innopolis.
Melalui kegiatan tersebut, Rizal berkomitmen untuk menjembatani berbagai potensi yang lahir dari kolaborasi UNAIR (Indonesia) dan LUNN (Rusia) di masa depan. Namun, fokus pengabdiannya tetap pada peluang Bahasa Indonesia di Nizhny Novgorod maupun sebaliknya yakni pengajaran bahasa Rusia di Surabaya.
鈥淪aya pribadi akan fokus pada peluang pengajaran bahasa Indonesia di Nizhny Novgorod dan sebaliknya, pengajaran bahasa Rusia di Surabaya. Harapannya, ini bisa menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan akademik antara UNAIR dan LUNN di masa depan,鈥 pungkasnya.
Penulis: Amelia Farah P I
Editor: Yulia Rohmawati





