Kanker usus besar (kolorektal) merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan di dunia. Pada tahun 2022, penyakit ini menempati urutan ketiga kanker terbanyak dengan angka kematian yang masih tinggi. Kesempatan hidup pasien sangat dipengaruhi oleh stadium kanker saat didiagnosis. Semakin lanjut stadium kanker, semakin rendah peluang keberhasilan pengobatan dan angka harapan hidup pasien.
Selama ini, dokter menentukan stadium kanker menggunakan sistem TNM, yaitu berdasarkan ukuran dan kedalaman tumor (Tumor), keterlibatan kelenjar getah bening (Nodes), serta adanya penyebaran ke organ lain (Metastasis). Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perjalanan kanker tidak hanya ditentukan oleh sel kanker itu sendiri, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya yang dikenal sebagai tumor microenvironment atau lingkungan mikro tumor.
Lingkungan mikro tumor terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi, termasuk sistem imun dan pembuluh darah. Penelitian yang dilakukan pada 50 kasus adenokarsinoma kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi RS Dr. Soedarso mencoba melihat bagaimana hubungan antara sel imun, pembentukan pembuluh darah baru, dan stadium kanker.
Peneliti memfokuskan perhatian pada tiga penanda biologis penting, yaitu CD8+ Tumor Infiltrating Lymphocytes (CD8+ TILs), Microvascular Density (MVD), dan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). CD8+ TILs merupakan sel imun yang berfungsi mengenali dan menghancurkan sel kanker. Sebaliknya, MVD dan VEGF merupakan penanda pembentukan pembuluh darah baru atau angiogenesis yang membantu tumor memperoleh oksigen dan nutrisi untuk tumbuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan jumlah CD8+ TILs yang tinggi cenderung memiliki kondisi yang lebih baik. Mereka lebih jarang mengalami penyebaran kanker ke kelenjar getah bening maupun ke organ lain, serta lebih banyak ditemukan pada stadium awal penyakit. Temuan ini memperkuat peran sistem imun sebagai garis pertahanan tubuh terhadap kanker. Semakin banyak sel imun yang mampu masuk ke jaringan tumor, semakin besar kemampuan tubuh untuk menekan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
Temuan ini juga sejalan dengan perkembangan terapi kanker modern, khususnya imunoterapi. Obat-obatan seperti pembrolizumab dan nivolumab bekerja dengan meningkatkan kemampuan sel imun untuk mengenali dan menyerang sel kanker. Oleh karena itu, keberadaan CD8+ TILs dapat menjadi indikator penting dalam menilai respons pasien terhadap terapi tersebut.
Di sisi lain, penelitian ini menemukan bahwa tingginya MVD berkaitan dengan sifat kanker yang lebih agresif. Tumor dengan jumlah pembuluh darah baru yang banyak lebih sering ditemukan pada kanker yang telah menembus lapisan usus lebih dalam, menyebar ke kelenjar getah bening, dan berada pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembentukan pembuluh darah baru berperan besar dalam membantu pertumbuhan dan penyebaran kanker.
Peneliti juga menemukan bahwa ekspresi VEGF yang tinggi berhubungan dengan kedalaman invasi tumor. VEGF merupakan protein yang merangsang pembentukan pembuluh darah baru. Semakin tinggi kadar VEGF, semakin besar kemampuan tumor membangun jaringan pembuluh darah yang menopang pertumbuhannya. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa angiogenesis merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keganasan kanker usus besar.
Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara sistem imun dan angiogenesis. Jumlah CD8+ TILs yang tinggi ternyata berkaitan dengan jumlah pembuluh darah baru yang lebih rendah. Sebaliknya, semakin tinggi pembentukan pembuluh darah, semakin rendah infiltrasi sel imun ke dalam tumor. Kondisi ini menunjukkan bahwa lingkungan tumor yang kaya pembuluh darah abnormal dapat menghambat masuknya sel-sel imun yang bertugas melawan kanker.
Hubungan tersebut menjelaskan mengapa beberapa tumor mampu berkembang meskipun tubuh memiliki sistem kekebalan yang baik. Pembuluh darah yang terbentuk di sekitar tumor sering kali tidak normal sehingga menghambat pergerakan sel imun menuju lokasi kanker. Selain itu, lingkungan tumor juga menghasilkan berbagai zat yang dapat melemahkan fungsi sistem imun.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa perkembangan kanker usus besar dipengaruhi oleh keseimbangan antara kekuatan sistem imun dan kemampuan tumor membentuk pembuluh darah baru. Semakin kuat respons imun yang ditunjukkan oleh tingginya CD8+ TILs, semakin baik prognosis pasien. Sebaliknya, peningkatan MVD dan VEGF menunjukkan tumor yang lebih agresif dan berpotensi menyebar lebih luas.
Temuan ini membuka peluang untuk pendekatan pengobatan yang lebih personal. Selain mempertimbangkan stadium TNM, dokter di masa depan dapat menggunakan kombinasi biomarker imun dan angiogenesis untuk memperkirakan prognosis pasien secara lebih akurat. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan terapi kombinasi yang tidak hanya mengaktifkan sistem imun, tetapi juga menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada tumor.
Dengan memahami interaksi antara sistem imun dan angiogenesis, diharapkan penanganan kanker usus besar dapat menjadi lebih efektif sehingga meningkatkan peluang hidup dan kualitas hidup pasien.
Judul: The Interplay of CD8+ TILs and Microvascular Density as a Novel Prognostic Indicator in Colorectal Adenocarcinoma
Author: Trianto HF, Mastutik G, Suprabawati DGA, Mahyarudin M.
Jurnal: Asian Pac J Cancer Prev. 2026 Apr 1;27(4):1497-1503.
Doi: 10.31557/APJCP.2026.27.4.1497. PMID: 41945967
Link Full text:





