东京热

东京热 Official Website

Sambangi UNAIR, UAS Tekankan Pentingnya Spesialisasi Ilmu dan Integritas Kepemimpinan聽

Ustadz Abdul Somad (UAS) saat memaparkan materi dalam Kuliah Akbar di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR, Senin (18/05/2026) (Foto: Muhammad Yasir Dharmawan D)

UNAIR NEWS 鈥 Suasana sejuk dan penuh ukhuwah menyelimuti Masjid Nuruzzaman Kampus B-Dharmawangsa 东京热 (UNAIR). Ribuan civitas academica berkumpul dalam gelaran Kuliah Akbar, Senin (18/5/2026). Acara yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) ini turut dihadiri langsung oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin beserta jajaran pimpinan universitas.

Dalam momen tersebut, UAS mengajak keluarga besar Ksatria Airlangga untuk merajut harmoni. Antara spirit masjid, kemanusiaan, dan spesialisasi keilmuan demi kemandirian bangsa. 

Rahim Intelektualitas dan Kualitas Spesialisasi 

Dalam kunjungannya ke kampus Ksatria Airlangga, UAS membedah akar intelektualitas Islam yang memiliki keterikatan historis dengan pengembangan ilmu di UNAIR. Ia mengapresiasi Masjid Nuruzzaman sebagai pusat literasi yang memfasilitasi mahasiswa untuk menyatukan aktivitas akademik dan spiritualitas. 

“Kalau kita lihat universitas yang paling tua itu katanya Al-Azhar, tapi sebelumnya ada yang lebih tua lagi, Universitas Zaitunah dan Universitas Al-Qarawiyyin. Sebelum Harvard, Cambridge, atau Sorbonne, umat Islam lebih dulu punya universitas yang berawal dari masjid. Jadi, tidak ada alasan bagi mahasiswa UNAIR untuk tidak belajar dan tidak beribadah,” tegas UAS.

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin berdiskusi hangat dengan Ustadz Abdul Somad (UAS) di tengah rangkaian acara Kuliah Akbar di Masjid Nuruzzaman, Senin (18/05/2026) (Foto: Muhammad Yasir Dharmawan D)

UAS kemudian menekankan pentingnya spesialisasi ilmu sebagai pilar utama dalam membangun bangsa melalui pengabdian profesional. Ia mendorong mahasiswa UNAIR untuk fokus mencintai disiplin ilmunya masing-masing. “Fokuslah di bidang kita masing-masing. Jadi, jangan meninggalkan dunia, tapi makmurkanlah dunia dengan keahlian spesifik yang kalian pelajari,” tuturnya. 

Lebih lanjut, UAS juga merumuskan pilar kesuksesan bagi mahasiswa. Yakni yang mencakup kualitas diri, etika, dan kekuatan kepemimpinan. Ia menganalogikan ekosistem UNAIR layaknya saf salat berjamaah yang mencerminkan disiplin dan sistem regenerasi sehat. 

Poin pertama, katanya, adalah kualitas sesuai bidang masing-masing. 鈥淏erilmu pun hebat, IQ tinggi, IP empat, tapi kalau tidak beretika dan bermoral, itu omong kosong,鈥 ucapnya.

Ia juga menyinggung soal kepemimpinan. Islam mengajarkan satu orang jadi imam untuk mengumpulkan kita semua. 鈥淪iapa yang paling layak dipilih maju ke depan, dan kalau sudah maju, siapapun makmum di belakang mesti ikut. Begitulah kita diajarkan, jika ada tiga orang dalam perjalanan, hendaklah satu orang diangkat menjadi pemimpin agar selamat sampai tujuan,” ungkap UAS.

UAS memberikan refleksi mengenai bagaimana kualitas intelektual yang ditempa di UNAIR harus berbanding lurus dengan ketangguhan mental dalam menghadapi persaingan global. 

Pernyataan tersebut diakhiri dengan refleksi mendalam mengenai esensi cahaya (Nur) sebagai penunjuk jalan integritas. 鈥淪ilakan dengan bakat masing-masing, jadilah ahli yang bermanfaat, tapi jangan pernah kehilangan cahaya di hati. Kita melihat bukan karena mata, kita melihat karena ada cahaya,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT