东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR Asah Kompetensi Medik Konservasi Primata di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa

KABAR FIKKIA – Kesempatan belajar langsung di pusat konservasi satwa liar menjadi pengalaman berharga untuk mahasiswa PPDH FIKKIA 东京热. Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) Medik Konservasi Satwa Liar, Kelompok 1 Gelombang III menjalani aktivitas medik, rehabilitasi, dan konservasi primata di Pusat Rehabilitasi Satwa – Primata Jawa (PRS-PJ) The Aspinall Foundation Bandung.

Kelompok tersebut terdiri dari Azhar Burhanuddin, Muhammad Alif Rifqi Firmansyah, Chintia Prastika Dewi, dan Adilah Dwi Putri Paras Dewi. Kegiatan PKL berlangsung pada Senin (11/05/2026) hingga Jumat (05/06/2026) di lembaga konservasi non profit eksitu yang berlokasi di Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu.

Manajemen Perkandangan Hingga Klinik Primata Jawa

Tercatat terdapat 52 ekor satwa primata dilindungi yang berada di PRS-PJ dengan terbagi dalam 6 area kandang. Yaitu klinik, karantina, blok sosial 1-5, blok sosial 6-10, blok sosial 11-15, dan blok 16-20. Jenis primata yang ada yaitu Owa Jawa, lutung, surili, dan siamang. Mahasiswa koasistensi PPDH FIKKIA mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan dan memberikan pakan satwa, higiene-sanitasi, hingga melaksanakan perbaikan kandang. Mahasiswa berkesempatan membantu memindahkan primata di dalam area maupun keluar untuk dipindahkan ke kandang habituasi di dekat kawasan lepas released menggunakan kandang jepit. Suhu dingin pegunungan yang dapat mencapai 10 derajat saat pagi hari tak menyurutkan semangat untuk tetap mengikuti kegiatan.

Pemeriksaan fases primata Jawa. Sumber: Istimewa

Terdapat pergantian tugas setiap hari menyesuaikan jadwal yang dibuat. Selain dikandang, para dokter hewan muda juga mengikuti kegiatan di Klinik. Di sana, mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan higiene-sanitasi kandang hingga memproses pembuatan bola vitamin. Pemberian dengan cara tersebut membantu dalam memberikan obat dengan cara yang menyenangkan bagi mereka. Pemeriksaan kesehatan rutin juga diikuti seperti medical check up. Mahasiswa juga berkesempatan mengecek feses rutin per dua minggu sekali melalui metode natif menggunakan NaCl jenuh maupun apung dengan ZnSO4. Jadi setiap feses segar dari satwa yang berada di kandang karantina dan kandang klinik diambil untuk diperiksa.

Observasi Rusa Ranca Upas

Keempat mahasiswa PPDH FIKKIA itu juga mendapatkan jadwal observasi dan pemeriksaan di kawasan wisata Ranca Upas. Perjalanan dengan berjalan kaki dari kawasan konservasi selama 30 menit dilanjutkan menggunakan angkot harus ditempuh selama kurang lebih 20 menit dijalani. Pengambilan sampel feses rusa dilakukan untuk diperiksa dengan pendampingan dari tim konservasi Rusa Ranca Upas dan staf PRS-PJ.

Pemeriksaan palpasi kebuntingan rusa. Sumber: Istimewa

Mereka juga mendapatkan tugas melakukan pemeriksaan kebuntingan rusa melalui palpasi dan observasi. Sekaligus melakukan pengamatan jumlah populasi berdasarkan jenis kelamin dan induk-menyusui. Kegiatan yang amat menyenangkan sekaligus menjadi wahana refreshing untuk mendapatkan ilmu baru dari upaya konservasi berbasis komersial.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT