¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Kolaborasi UNAIR dan UMS Edukasi Akuaponik di Kundasang Malaysia

KABAR FIKKIA – Mahasiswa dan Dosen Program Studi Akuakultur UNAIR melaksanakan kegiatan edukasi teknologi akuaponik di Kundasang, Ranau, Sabah, Malaysia, pada 14 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang diselenggarakan bersama Institut Marine Borneo, (UMS).

Kegiatan dipimpin oleh . bersama . 20 peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan masyarakat mengikuti kegiatan untuk mempelajari penerapan teknologi akuaponik sebagai salah satu pendekatan produksi pangan berkelanjutan. Berikut cerita yang dibagikan Retna kepada kontributor FIKKIA NEWS (18/06/2026).

Kundasang Aquafarm Jadi Sarana Pembelajaran Lapangan

Edukasi dilaksanakan di Kundasang Aquafarm yang berada di kawasan kaki Gunung Kinabalu. Lokasi ini dipilih karena menjadi contoh penerapan sistem akuaponik di wilayah dataran tinggi dengan kondisi lingkungan yang berbeda dari kawasan pesisir maupun sentra budidaya perikanan pada umumnya.

Penanaman selada akuaponik di Kundasang. Sumber: Istimewa

Melalui kunjungan lapangan, peserta mengamati secara langsung sistem akuaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan tilapia merah dengan tanaman selada (Lactuca sativa). Sistem tersebut memanfaatkan nutrien dari limbah budidaya ikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dalam satu siklus yang saling terhubung.

Penerapan teknologi ini menunjukkan bagaimana kegiatan budidaya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien melalui integrasi sektor perikanan dan pertanian.

Memahami Konsep dan Komponen Sistem Akuaponik

Dalam sesi edukasi, tim pengabdian menjelaskan konsep dasar akuaponik sebagai sistem yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem terintegrasi. Limbah hasil metabolisme ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menyerap senyawa terlarut yang dapat memengaruhi kualitas air.

Peserta juga diperkenalkan pada berbagai komponen utama sistem akuaponik, meliputi kolam pemeliharaan ikan, media tanam, sistem sirkulasi air, serta teknik pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan sistem.

Selain itu, pemaparan mencakup aspek pengelolaan kualitas air, kepadatan tebar ikan, serta pemilihan komoditas tanaman yang sesuai agar sistem dapat beroperasi secara optimal. Selada dipilih karena mampu menyerap nutrien secara efektif dan memiliki nilai ekonomi yang cukup baik. Sementara itu, penggunaan ikan tilapia merah dinilai sesuai dengan kondisi lingkungan setempat sehingga lebih mudah dibudidayakan.

Mendukung Produksi Pangan Berkelanjutan

Integrasi ikan dan tanaman dalam satu sistem memungkinkan produksi dua komoditas pangan sekaligus dengan penggunaan lahan dan air yang lebih efisien. Pendekatan ini menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mendukung produksi pangan pada berbagai kondisi wilayah, termasuk daerah dataran tinggi maupun kawasan dengan keterbatasan lahan.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan teknologi akuaponik serta berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya. Kegiatan juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan masyarakat mengenai pengembangan sistem budidaya yang terintegrasi.

Selain mendukung kerja sama antara ¶«¾©ÈÈ dan Universiti Malaysia Sabah, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari kedua universitas untuk terlibat langsung dalam edukasi masyarakat serta mengamati penerapan teknologi akuaponik di lapangan.

Penulis: Sabitha Helmi

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT