FH News (18/06/2026) | Prestasi gemilang diukir oleh lima mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Hukum (FH) 东京热. Tim yang beranggotakan Kirey Orseola Hutagaol, Ari Gabriel Indra Pradnya Pasaribu, Raysia Humaira Hidayat, Lintang Wirastri, dan Muhammad Razin Syarifuddin ini sukses menyabet Silver Medal dalam ajang AMPHI National Law Essay Competition 2026. Kompetisi nasional tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia (AMPHI) pada 23 Mei 2026 lalu.
Kompetisi ini membawa tema besar “Hukum dan Lingkungan Hidup: Kolaborasi Ilmu Pengetahuan dalam Menjawab Krisis Iklim di Indonesia”. Tim memilih subtema penegakan hukum lingkungan di Indonesia sebagai fokus kajian. Razin turut menyampaikan bahwa belum satu pun dari mereka pernah mengikuti kompetisi esai sebelumnya. 鈥淭entunya yang utama adalah mencari pengalaman, dikarenakan kami masih baru menginjak semester 2 pada saat ingin mengikuti perlombaan ini, dan karena itu juga kami sebagai mahasiswa UNAIR ingin mencoba dan memaksimalkan setiap peluang dan kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri,鈥 ungkapnya.
Di balik keterbatasan waktu itu, justru ada pelajaran terbesar yang mereka temukan , yaitu profesionalitas. 鈥淒alam waktu singkat sekitar 4 hari, kami melakukan brainstorming dan pembuatan esai tersebut di tengah kesibukan anggota, namun justru menurut saya di situ letak di mana kita dapat mengembangkan diri, yaitu bagaimana untuk bersikap profesional dan bijak dalam membagi waktu sehingga pengerjaan esai ini dapat terlaksana sebagaimana mestinya,鈥 tutur Razin. Razin dan tim juga tidak lupa mengungkapkan banyak terima kasih atas dukungan dari senior dari Masyarakat Yuris Muda Airlangga (MYMA) secara khusus, yaitu Muhammad Irfan Permana dan Nayla Sarachenita Arssya.
Razin kembali menceritakan bahwa kompetisi ini menyeleksi sekitar 15 esai terbaik dari setiap subtema untuk masuk ke babak final, di mana peserta mempresentasikan karya mereka di hadapan juri. 鈥淒ari 15 finalis per subtema, hanya satu tim yang meraih Gold Medal, satu meraih Silver Medal, dan 13 lainnya mendapatkan Bronze Medal,鈥 ucapnya.
Bagi tim, medali bukanlah tujuan utama, melainkan proses di dalamnya yang menjadi nilai pembelajaran utama. “Yang berpengaruh bukanlah prestasinya, melainkan prosesnya. Sebab, ilmu dari proses itulah yang akan sangat berpengaruh bagi kami sebagai calon yuris muda profesional di masa depan,” ungkap salah satu anggota tim. Kepada rekan-rekan mahasiswa, mereka menitipkan sebuah pesan sederhana, 鈥淣iat terbaik mengikuti perlombaan adalah untuk mencari pengalaman dan ilmu. Dalam perlombaan, semua orang bisa menang, tetapi tidak semua bisa mengambil dan memanfaatkan pengalaman yang didapat.鈥
Baca Juga:
FH UNAIR bangga atas pencapaian yang menginspirasi ini. Selamat kepada Kirey, Ari, Raysia, Lintang, dan Razin. Semoga pencapaian ini menjadi awal untuk prestasi-prestasi berikutnya.
Penulis: Inez Maria Nuna Larantukan
Editor: Masitoh Indriani




