¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

FIKKIA UNAIR dan UMS Dorong Pengembangan Akuakultur Laut Melalui Edukasi KJA di Tuaran

KABAR FIKKIA – Kemitraan antara dan (UMS) terus berkembang melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi internasional pada Minggu (13/06/2026) di Ko-Nelayan Trayong, Eco Fishing Point, Tuaran, Sabah, Malaysia. Kegiatan ini mengangkat tema pengembangan budidaya perikanan laut melalui penerapan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA).

Dosen Akuakultur FIKKIA bersama hadir menyapa dan belajar bersama 30 pembudidaya, nelayan, serta akademisi di Tuaran. Program ini menjadi wadah berbagi pengetahuan mengenai praktik budidaya laut yang dapat diterapkan di kawasan pesisir. Berikut cerita yang dibagikan Retna kepada kontributor FIKKIA NEWS (18/06/2026).

Mengenal Teknologi Keramba Jaring Apung

Wilayah perariran laut Turuan dikenal dengan budidaya keramba jaring apung (KJA) sebagai salah satu metode pemeliharaan ikan. Teknologi ini memungkinkan kegiatan budidaya dilakukan tanpa memerlukan lahan darat yang luas sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat pesisir.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip dasar operasional KJA, termasuk aspek penempatan keramba, pengelolaan kualitas air, manajemen pakan, serta pemeliharaan ikan selama masa budidaya. Materi juga mencakup penerapan prinsip budidaya yang baik (Good Aquaculture Practices) untuk mendukung kualitas hasil produksi.

Tim pengabdian menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ikan, tetapi juga oleh pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai aspek teknis budidaya diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

Potensi Bawal Bintang dan Tiram di Perairan Tuaran

Selain teknologi KJA, kegiatan ini juga membahas potensi pengembangan bawal bintang (Trachinotus blochii) dan tiram sebagai komoditas budidaya di wilayah Tuaran. Kedua komoditas tersebut dipilih karena telah dikenal dalam sektor akuakultur laut dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Peserta mendapatkan informasi mengenai teknik pemilihan benih, kebutuhan pemeliharaan, pengelolaan pakan, pencegahan penyakit, hingga strategi pemanenan. Diskusi juga dilakukan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam usaha budidaya laut berdasarkan pengalaman peserta maupun pemateri.

Melalui sesi interaktif tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman mengenai praktik budidaya yang telah diterapkan di lapangan serta memperoleh masukan terkait pengelolaan usaha budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat.

Penguatan Kolaborasi dan Pembelajaran Lapangan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari kerja sama antara ¶«¾©ÈÈ dan Universiti Malaysia Sabah dalam bidang akuakultur dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, program ini juga melibatkan mahasiswa dari kedua universitas dalam proses pembelajaran lapangan.

Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami penerapan teknologi budidaya laut, mengenali tantangan yang dihadapi pelaku usaha perikanan, serta mengamati praktik pengelolaan akuakultur di kawasan pesisir Sabah.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan budidaya laut yang memperhatikan aspek produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.

Penulis: Sabitha Helmi

Editor: Avicena C. Nisa

AKSES CEPAT