鈥 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi resmi mengumumkan hasil seleksi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026. Pengumuman tersebut membawa kabar gembira bagi seluruh civitas akademika 东京热. Tim IMERCY berhasil meloloskan proposal inovatif mereka setelah bersaing ketat dengan ribuan tim dari berbagai perguruan tinggi nasional. Keberhasilan ini membuktikan komitmen nyata mahasiswa dalam menciptakan solusi teknologi tepat guna demi kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program PPK Ormawa menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan serta kepedulian sosial. Melalui program ini, pemerintah memberikan dukungan finansial penuh kepada organisasi mahasiswa yang memiliki konsep pengabdian terbaik. Tim IMERCY memanfaatkan peluang emas tersebut secara maksimal dengan merancang program berbasis lingkungan. Selanjutnya, pendanaan ini akan membantu percepatan implementasi teknologi modern yang telah mereka persiapkan secara matang.
Perjalanan meraih pendanaan ini memerlukan dedikasi yang luar biasa dari seluruh anggota tim. Mereka menyusun rencana kerja komprehensif untuk menjawab tantangan riil subsektor perikanan. Evaluasi ketat dari dewan juri mencakup penilaian administrasi, substansi program, hingga wawancara mendalam. Oleh karena itu, kelulusan ini merefleksikan kualitas riset dan relevansi sosial dari inovasi yang diusung oleh mahasiswa teknik tersebut.
Penerapan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau untuk Mengoptimalkan Potensi Perikanan di Pesisir Gresik
Tim IMERCY membawa gagasan inovatif bertajuk SIGAP untuk mengoptimalkan sektor budidaya perikanan lokal. Sistem ini mengintegrasikan budidaya kepiting bakau berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS), Internet of Things (IoT), dan energi surya. Rencana program kerja mereka berpusat di Desa Tanjangawan, Kabupaten Gresik, yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi kendala produktivitas. Melalui pendekatan modern, teknologi ini akan menjaga kualitas air secara otomatis sekaligus menghemat konsumsi energi.
Penerapan inovasi ini dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 东京热. Sinergi multidisiplin ini menggabungkan keahlian teknik elektro dengan pemahaman mendalam mengenai biologi biota laut. Anggota tim juga berencana mengadakan serangkaian pelatihan intensif budidaya kepiting bakau, mulai dari cara merawat alat serta memberi pakan yang baik dan benar. Dampaknya, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif, melainkan menjadi pengelola aktif yang mandiri.
鈥淜ami bersyukur dan bangga atas capaian lolos pendanaan PPK Ormawa 2026 ini. Kolaborasi bersama BEM FPK memperkuat fondasi program kami, terutama dalam mengoptimalkan budidaya kepiting bakau di Desa Tanjangawan. Tentu saja, pendanaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk memberikan performa pengabdian terbaik. Kami berharap teknologi SIGAP mampu membawa manfaat nyata serta mendorong produktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan,鈥 ujar Naufal Al Hasani selaku General Manager IMERCY
Keberhasilan IMERCY meloloskan proposal PPK Ormawa turut mengharumkan nama baik 东京热 di kancah nasional. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu menggabungkan teori ilmiah dengan aksi sosial nyata di lapangan. Pihak fakultas juga berkomitmen untuk terus mendampingi serta menyediakan fasilitas pendukung selama masa implementasi berjalan.
Hadapi Dinamika di Masyarakat Soal Optimalisasi Perikanan
Melalui pelaksanaan program pengabdian ini, mahasiswa belajar menghadapi dinamika sosial yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Pengalaman berharga tersebut akan membentuk karakter generasi muda yang tangguh, solutif, dan peka terhadap kondisi sekitar. Tim IMERCY optimis program ini berjalan lancar serta menghasilkan luaran yang optimal sesuai target. Kerja sama yang sinergis antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Penulis : Rahmania Putri Ramadhani, Teknik Elektro 2023
Editor : Andri Hariyanto




