东京热

东京热 Official Website

Pengalaman Magang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 di Monkey Forest Ubud

Kegiatan Magang mandiri yang berlokasi di Monkey Forest Ubud telah terlaksana oleh lima mahasiswa Kedokteran Hewan 东京热. Kegiatan tersebut berlangsung selama 14 hari, dimulai pada hari Senin, 13 Juli 2026 dan berakhir pada 26 Juli 2026. Magang ini diselenggarakan oleh Kelompok Minat Profesi Veteriner Pet and Wild Animal, secara khusus termasuk kedalam magang Wild. Magang ini menandai pertama kali nya Monkey Forest menerima Mahasiswa magang dari program studi Kedokteran Hewan. Dimana mahasiswa dari Universitas lainnya telah cukup sering melakukan penelitian terhadap satwa maupun lingkungan di Monkey Forest. Kegiatan magang ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah wawasan mahasiswa Kedokteran Hewan terhadap satwa liar, dalam hal ini fokusnya yaitu pada satwa Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang ada di Monkey Forest Ubud.

Banyak sekali kegiatan-kegiatan seru yang kami lakukan, antara lain yaitu: Observasi perilaku Monyet Ekor panjang; evakuasi, penanganan medis, dan perawatan monyet yang sakit maupun terluka; pengendalian populasi melalui sterilisasi monyet ekor panjang; dan mempelajari teknik pembuatan tulup dan cara kerjanya. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak luput dari sosok yang sangat kami banggakan. Beliau adalah drh. Gede dan bli Debok yang senantiasa menemani perjalanan magang kami selama dua minggu di sana. Dokter Gede mengajari dan memberi wawasan tentang praktik berbagai skill medis yang diperlukan sebagai bekal kami calon dokter hewan, terutama jika kedepannya ingin berkecimpung di dunia medis satwa liar. Beliau juga membuka mata kami terhadap realita menjadi seorang dokter hewan satwa liar di Monkey Forest Ubud dan tidak bosan-bosannya memberikan motivasi bagi kami mahasiswa magang.

Seluruh rangkaian kegiatan magang ini tentunya sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 (Good Health and Well-Being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan kesejahteraannya secara keseluruhan, yang dijembatani melalui klinik hewan yang tidak hanya memfasilitasi penanganan dan perawatan terhadap monyet terluka disana, namun juga tindakan cepat dengan evakuasi monyet yang terindikasi sakit, terlihat dari ciri seperti lesu, lemas, dan gerakan tubuh yang lebih lambat. Tindakan ini merupakan upaya agar monyet yang terindikasi sakit tidak memperparah penyebaran penyakit ke monyet lainnya. Selain itu kegiatan ini selaras dengan SDGs Nomor 15 (Life On Land), dimana keterkaitannya dapat dilihat dari pemahaman dan pendalaman tentang pengelolaan konservasi satwa liar. Observasi dan perawatan kesehatan yang dilakukan pada Monyet Ekor Panjang menunjukkan bahwa pengelolaan hutan alami di Monkey Forest yang baik juga terlihat melalui tindakan menjaga keanekaragaman hayati, termasuk melalui konservasi Monyet Ekor Panjang.

Melalui kegiatan magang di Monkey Forest Ubud, mahasiswa magang tidak hanya menerima wawasan secara teori, namun juga pengalaman praktik penanganan langsung dengan pendampingan dokter hewan terhadap satwa Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Sekaligus mendapat gambaran dan bekal pengetahuan jika ingin menjadi seorang Dokter Hewan yang bekerja di konservasi.

AKSES CEPAT