东京热

东京热 Official Website

Implementasi Pelayanan Veteriner Lapangan dalam Penanganan Kasus Klinis Ternak Besar Kelompok Magang Rojokoyo Group

Pembelajaran di dunia kedokteran hewan tidak hanya berlangsung di ruang kuliah maupun laboratorium. Pengalaman terjun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi, keterampilan klinis, serta cara berpikir seorang calon dokter hewan. Berangkat dari semangat tersebut, kami mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 yang tergabung dalam Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV TB) mengikuti kegiatan magang lapangan di Rojokoyo Group, Tulungagung, Jawa Timur.

Kegiatan magang berlangsung selama dua minggu, mulai 13 Juli hingga 26 Juli 2026, bertempat di Rojokoyo Group, Jl. Pandean LK.08 RT 01 RW 02, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, dengan pendampingan langsung oleh drh. Mujiono, seorang praktisi veteriner yang telah lama berkecimpung dalam pelayanan kesehatan ternak besar.

Magang ini menjadi wadah bagi kami untuk memahami bagaimana pelayanan veteriner dijalankan secara nyata di tengah masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, kami tidak hanya mengamati proses pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam berbagai tindakan medis, mulai dari anamnesis, pemeriksaan klinis, penentuan diagnosis, hingga pelaksanaan terapi sesuai arahan dokter pembimbing. Melalui pengalaman tersebut, kami memperoleh gambaran mengenai kompleksitas pengambilan keputusan klinis di lapangan, yang sering kali harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi peternak, fasilitas yang tersedia, serta kesejahteraan hewan.

Selama mengikuti pelayanan kesehatan hewan, kelompok magang kami menjumpai berbagai kasus klinis. Kasus-kasus tersebut memberikan pengalaman belajar yang beragam karena masing-masing membutuhkan pendekatan diagnosis dan penanganan yang berbeda. Beberapa kasus yang ditangani di antaranya adalah Prolapsus Uteri, Pinkeye (Infectious Bovine Keratoconjunctivitis), Papiloma, Hipokalsemia Bovine Ephemeral Fever (BEF), Radang Sendi (arthritis), Hipofungsi Ovarium, Distokia, hingga kasus Lumpy Skin Disease (LSD).

Di setiap kunjungan lapangan, kami belajar melakukan handling ternak secara aman dan tepat sebelum tindakan medis dilakukan. Pemeriksaan kondisi umum hewan melalui observasi fisik, pengukuran parameter fisiologis, auskultasi, hingga evaluasi status kesehatan menjadi tahapan yang selalu diterapkan sebelum menentukan terapi. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa setiap tindakan medis harus didasarkan pada pemeriksaan klinis yang sistematis agar diagnosis dan pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien.

Melalui pendampingan drh. Mujiono, mahasiswa memperoleh banyak pembelajaran mengenai bagaimana menjelaskan kondisi penyakit kepada peternak dengan bahasa yang mudah dipahami, memberikan rekomendasi terapi yang realistis, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan hewan. Kegiatan magang ini sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan veteriner memiliki peran strategis dalam mendukung sektor peternakan dan kesehatan masyarakat. Penanganan penyakit secara cepat dan tepat mampu meningkatkan produktivitas ternak, mengurangi kerugian ekonomi peternak, serta membantu mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi berdampak lebih luas. Upaya tersebut sejalan dengan implementasi konsep One Health, yang menempatkan kesehatan hewan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan manusia dan lingkungan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas peternakan, Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui pengendalian penyakit hewan, serta Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong praktik peternakan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Bagi kami seluruh peserta magang di Rojokoyo Group, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk kesiapan menghadapi dunia profesi. Interaksi langsung dengan berbagai kasus klinis, dinamika pelayanan kesehatan hewan di lapangan, serta bimbingan dari drh. Mujiono memberikan bekal berharga yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran teoritis. Pengalaman ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan diri sebagai calon dokter hewan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan veteriner yang profesional demi mendukung kemajuan sektor peternakan Indonesia.

AKSES CEPAT