¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Kembalinya Suara dan Langkah: Harapan Baru Pasien Melalui Laserpuncture

SURABAYA – Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) ¶«¾©ÈÈ terus mengembangkan pelayanan kesehatan hewan melalui penerapan berbagai metode terapi yang mendukung proses pemulihan pasien. Salah satu kasus yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) adalah penanganan seekor anjing yang mengalami gangguan fungsi saraf sehingga mengalami kesulitan berjalan, kehilangan kemampuan menggonggong, serta tidak mampu menggerakkan ekornya secara normal.

Kasus tersebut ditangani di bawah supervisi drh. Miyayu Soneta Sofyan, M.Vet. Setelah dilakukan pemeriksaan klinis, pasien menjalani program terapi yang mengombinasikan perawatan medis dengan laserpuncture. Metode ini memanfaatkan sinar laser berintensitas rendah yang diaplikasikan pada titik-titik tertentu untuk membantu menstimulasi fungsi saraf dan mendukung proses pemulihan.

Selama masa perawatan, terapi laserpuncture dilakukan secara berkala dan dikombinasikan dengan latihan fisik yang bertujuan mempertahankan fungsi otot dan meningkatkan respons neuromuskular pasien. Pendekatan ini dilakukan secara bertahap dengan pemantauan rutin terhadap perkembangan kondisi pasien.

Seiring berjalannya terapi, pasien menunjukkan perkembangan yang positif. Respons awal terlihat dari mulai pulihnya pergerakan ekor yang sebelumnya tidak dapat digerakkan. Pada tahap berikutnya, kemampuan vokalisasi yang sempat hilang juga mulai kembali. Kondisi fisik pasien terus mengalami peningkatan hingga akhirnya mampu mengubah posisi tubuh secara mandiri dan menunjukkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan saat pertama kali datang ke rumah sakit.

Keberhasilan penanganan kasus ini menunjukkan pentingnya kombinasi antara terapi medis, pemantauan berkelanjutan, serta komitmen tim medis dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan hewan, kasus ini juga menjadi sarana pembelajaran klinis bagi mahasiswa PPDH untuk memahami penanganan gangguan neurologis secara langsung di bawah bimbingan dokter hewan berpengalaman.

Sebagai rumah sakit hewan pendidikan, RSHP ¶«¾©ÈÈ tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan kompetensi calon dokter hewan. Keterlibatan mahasiswa dalam proses diagnosis, terapi, hingga evaluasi perkembangan pasien memberikan pengalaman nyata yang mendukung pembentukan keterampilan klinis dan profesionalisme di bidang kedokteran hewan.

Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran klinis berbasis pengalaman langsung yang meningkatkan kompetensi mahasiswa kedokteran hewan.

Divisi Klinik, Khairunnisa Kemala Iskandar, PPDH Gelombang 43 Tandem 4

AKSES CEPAT