UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Merpati Putih ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship 2 yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (25-26/7/2026) di GOR Utama Bojonegoro, kontingen UKM Merpati Putih berhasil membawa pulang total 13 medali sekaligus meraih Juara Umum II kategori dewasa.
Manajer tim UKM Merpati Putih UNAIR, Andi Rayssa Wisamsyah, mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut merupakan salah satu ajang bergengsi bagi atlet pencak silat untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah prestasi. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi hasil dari persiapan yang dilakukan secara matang selama lebih dari satu bulan.
“Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship 2 merupakan ajang bergengsi bagi para atlet untuk meraih prestasi sekaligus mengembangkan kemampuan bertanding,” ujar Andi.
Persiapan Intensif Berbuah Prestasi
Pada kejuaraan tersebut, UKM Merpati Putih memberangkatkan 10 atlet yang mengikuti 13 kategori perlombaan, meliputi nomor tanding, seni tunggal tangan kosong, seni tunggal senjata, dan solo kreatif. Beberapa atlet bahkan mengikuti lebih dari satu kategori pertandingan.
Andi menjelaskan bahwa seluruh atlet menjalani training center selama lebih dari satu bulan yang dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Student Center UNAIR. Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena bertepatan dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS). Sehingga para atlet harus mampu membagi waktu antara latihan, menjaga kondisi fisik, dan menyelesaikan kewajiban akademik.
“Kami harus pintar mengatur waktu latihan, menjaga kondisi fisik, sekaligus mempersiapkan UAS. Porsi latihan juga ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan kemampuan setiap atlet,” jelas Andi.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis. UKM Merpati Putih berhasil meraih 6 medali emas, 2 medali perak, dan 5 medali perunggu. Raihan tersebut sekaligus mengantarkan kontingen UNAIR menjadi Juara Umum II kategori dewasa.
Target Tembus Kejuaraan yang Lebih Tinggi
Meskipun sempat menghadapi kendala teknis, seperti perubahan jadwal pertandingan yang tidak sesuai rundown serta durasi penampilan beberapa nomor seni yang meleset beberapa detik, Andi menyebut hal tersebut tidak mengurangi semangat para atlet untuk memberikan penampilan terbaik.
Keberhasilan pada Bojonegoro Championship 2 juga memberikan dampak positif terhadap eksistensi UKM Merpati Putih UNAIR di tingkat nasional. Menurut Andi, banyak kontingen dari perguruan tinggi lain yang memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
“Harapan kami ke depan dapat terus mengikuti kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi dengan dukungan penuh dari universitas. Sehingga mampu meraih prestasi yang semakin membanggakan bagi ¶«¾©ÈÈ,” pungkas Andi.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





