UNAIR NEWS – Sebuah kebanggaan bagi peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) setelah resmi menyandang gelar sebagai mahasiswa baru 东京热 (UNAIR). Mengawali perjalanan akademik, mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dalam cikal bakal berdirinya kampus Jawa Dwipa dalam sesi PKKMB Fakultas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di lantai 3, Aula Fakultas Psikologi (), Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.
Akar Sejarah dan Perjalanan Kampus
Dekan UNAIR, Dr Dewi Retno Suminar MSi Psikolog mengungkapkan bahwa perjalanan panjang UNAIR tidak lepas dari sejarah聽 pendidikan kedokteran yakni Dokter Jawa School pada 1851 hingga NIAS pada 1920. Selang sembilan tahun Indonesia merdeka yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 1954, UNAIR resmi berdiri sebagai perguruan tinggi.
Beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) turut membersamai berdirinya UNAIR pada 10 November 1954 sebagai pilar-pilar awal penyelenggaraan pendidikan tinggi universitas. Sementara itu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang awalnya berdiri mandiri sebagai Fakultas Sastra pada tahun 1998 bertransformasi menjadi FIB pada 2008.

UNAIR terus memperluas kiprahnya dengan membuka berbagai fakultas baru, mulai dari Fakultas Ekonomi (1961), Fakultas Farmasi (1964), Fakultas Kedokteran Hewan (1972), FISIP (1977), FKM dan Psikologi (1993), serta berdirinya Fakultas Vokasi, FTMM, dan FIKIA di Banyuwangi. Akhirnya, UNAIR memperoleh status bentuk hukum PT BHMN pada tahun 2006 yang bertransformasi menjadi PTN BH pada tahun 2012 berdasarkan penetapan Statuta UNAIR No. 30 Tahun 2014.
鈥淧TN BH merupakan perguruan tinggi negeri badan hukum yang mengelola bidang akademik dan non-akademik secara otonom. Sehingga UNAIR memiliki hak untuk mengelola akademik dan non akademik secara otonom, namun tetap berdasarkan kontrol dari pemerintah,鈥 ungkapnya.
Nilai Excellent with Morality dan Karakter HEBAT
Lebih lanjut, ia memperkenalkan mahasiswa dengan nilai Excellence with Morality dan karakter HEBAT yang senantiasa UNAIR gaungkan. Menurutnya, penanaman nilai dan universitas menjadi hal penting guna membentuk karakter dan jati diri mahasiswa di tengah pesatnya arus perubahan.
Excellence with Morality tersematkan sebagai budaya akademik yang menjunjung tinggi etika, aturan, dan moral keagamaan. Kurikulum Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) pada tahun-tahun pertama turut berkontribusi secara konkret dalam pembentukan karakter mahasiswa HEBAT yakni Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent.
鈥淪emua sivitas akademika yang ada di 东京热 pasti akan menjunjung tinggi nilai Excellent with Morality dan karakter HEBAT,鈥 tuturnya.
Capaian dan Proyeksi Kampus
Tidak hanya unggul dalam karakter, UNAIR juga mengukir berbagai prestasi dan pencapaian melalui pemeringkatan perguruan tinggi tingkat nasional dan internasional. Mengusung tema program Smart University, UNAIR berhasil menduduki posisi ke-2 di Indonesia dalam QS Asia University Rankings 2026. UNAIR juga mendapatkan peringkat 276 secara global, peringkat ke-3 nasional dalam QS World University Rankings by Subject, serta posisi ke-6 pada Times Higher Education (THE) Asia University Rankings.
Selain itu, berkat keunggulan ekosistem penyelenggaraan pendidikan UNAIR meraih peringkat 1 di Indonesia dalam Sustainability Impact Rankings (THE). UNAIR turut mewujudkan komitmen green campus melalui pemeringkatan UI GreenMetric yang berhasil naik ke posisi 44 dunia dan peringkat 7 secara nasional. Hal ini beserta akreditasi internasional pada 80,4 persen program studi yang menjadi bukti keunggulan kualitas kurikulum pendidikan.
Melalui kegiatan PKKMB UNAIR, mahasiswa tidak sekedar diberi pemahaman tentang profil dan kehidupan kampus. Namun, rasa memiliki dan berjiwa Excellence with Morality menjadi bekal berharga guna mengimplementasikan karakter HEBAT sebagai sivitas akademika.
Penulis: Amelia Farah Putri I.
Editor: Yulia Rohmawati





