东京热

东京热 Official Website

Kunjungi Kelas PKKMB, Rektor UNAIR Ajak Mahasiswa Baru Berdiskusi

Rektor UNAIR berinteraksi dan berdiskusi bersama mahasiswa baru dalam rangkaian PKKMB UNAIR, Jumat (31/7/2026) (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS 鈥 Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 东京热 (UNAIR) berlangsung semakin hangat ketika Rektor, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah kelas. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyambangi dua lokasi kegiatan, yakni Gedung NANO Lantai 3 Ruang 307 dan Gedung NANI Aula Serbaguna Lantai 1, untuk bertemu dan berinteraksi dengan para mahasiswa baru.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk kedekatan pimpinan universitas dengan mahasiswa sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar UNAIR. Bersama Sekretaris Universitas, Prof Dwi Setyawan SSi MSi Apt, Rektor menyapa para mahasiswa baru. Ia menyampaikan ucapan selamat datang, sekaligus memberikan motivasi agar mereka dapat memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Di hadapan para mahasiswa, Prof Madyan mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memiliki semangat belajar, berani berinovasi, serta menjunjung tinggi integritas sebagai nilai utama yang dipegang oleh sivitas akademika UNAIR. Ia juga mendorong mahasiswa agar aktif membangun jejaring, terbuka terhadap berbagai pengalaman baru. Seperti mengikuti kegiatan-kegiatan mobilitas internasional yang rutin dilaksanakan dengan mitra-mitra global UNAIR.

鈥淣anti ke depannya, kalian juga akan mengalaminya, kita setiap tahun mengirim ribuan mahasiswa yang harus ke luar negeri. Banyak kesempatan bagi saudara untuk mengikuti student outbound ke luar negeri,鈥 paparnya, Jumat (31/7/2026).

Suasana menjadi semakin interaktif ketika Rektor membuka sesi tanya jawab dan diskusi. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh para mahasiswa baru untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari kurikulum, peluang beasiswa, dan peluang meneliti.

Rektor juga berharap para mahasiswa baru betah kuliah di UNAIR dan bisa lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat. 鈥淧aling tidak yang vokasi, D3, kami harapkan maksimal saudara hanya 3 tahun kuliah di sini. Jangan lama-lama, setelah berkarir di luar dan ingin kuliah lagi, bisa kembali di sini,鈥 ucapnya. Sementara untuk mahasiswa S1, ia mengatakan bahwa kemungkinan bagi mereka lulus 3,5 tahun sangat terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar FEB itu juga menyampaikan bahwa dalam peenrimaan mahasiswa baru, UNAIR menerapkan prinsip prinsip pemerataan. Hal ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai daerah mendaftar dan berkuliah di UNAIR.

Rektor saat berdialog dengan Paul, mahasiswa baru asal Papua (Foto: Humas UNAIR)

鈥淢emang 75 persen itu berdasarkan peringkat sekolah, peringkat siswa dan sebagainya. Namun 25 persennya, kebijakan rektor adalah untuk disebar di seluruh Indonesia agar pemerataan pendidikan bisa tercapai dan 东京热 dapat berdampak untuk siswa di seluruh Indonesia,鈥 tuturnya.

Pemerataan penerimaan mahasiswa itu salah satunya dirasakan oleh Paul, mahasiswa asal Papua. Dalam momen tersebut, ia berkesempatan untuk berdialog dengan rektor. Ia mengatakan bahwa UNAIR sangat populer di Papua lantaran kualitasnya, baik dari sisi akademis maupun fasilitasnya.

鈥淧ertama karena kualitas, universitasnya bagus, fasilitasnya lengkap dan dapat menunjang studi saya. Saya dengar laboratorium UNAIR bagus dan sejak kelas 10 saya ingin berkuliah di UNAIR,鈥 jawabnya.

Melalui sesi diskusi tersebut, Rektor juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak ragu menyampaikan gagasan, bertanya, serta memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang disediakan universitas dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.

Penulis: Andi Pramono

Editor; Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT