SURABAYA – Departemen dan Program Studi Spesialis Kedokteran Gigi Anak Fakultas Kedokteran Gigi ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) merealisasikan program kerja sama internasional dengan Pediatric Dentistry Chulalongkorn University melalui penyelenggaraan “Workshop Nitrous Oxide Sedation in Pediatric Dentistry”. Kegiatan pelatihan klinis berkelanjutan ini diselenggarakan secara langsung di instansi Pediatric Dentistry Chulalongkorn University pada tanggal 29 Mei 2026.
Delegasi akademis dari FKG UNAIR yang berpartisipasi aktif dalam lokakarya ini melibatkan jajaran staf pengajar ahli beserta para mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Kedokteran Gigi Anak angkatan 2024 dan 2025. Adapun penanggung jawab serta perwakilan staf pengajar yang hadir meliputi:
-
Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA (K)
-
Prof. Udijanto Tedjosasongko, drg., Ph.D., Sp. KGA (K)
-
Mega Moeharyono Puteri, drg., Ph.D., Sp. KGA (K)
-
Dr. Betadion Rizky Sinaredi, drg., M. Kes., Sp. KGA (K)
-
Dimas Prasetianto Wicaksono, drg., M. Kes., Ph.D.
Fokus dan Tujuan Pelatihan
Pelaksanaan workshop internasional ini dirancang secara spesifik untuk meningkatkan standar pelayanan kedokteran gigi anak, dengan menitikberatkan pada empat tujuan utama. Pertama, meningkatkan pengetahuan peserta mengenai prinsip dasar penggunaan nitrous oxide sedation. Kedua, memperdalam pemahaman terkait indikasi, kontraindikasi, manfaat, dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan (patient safety). Ketiga, mengembangkan keterampilan prosedural sesuai dengan standar klinis yang berlaku. Keempat, mengoptimalkan kemampuan peserta dalam memantau (monitoring) kondisi pasien secara komprehensif pada fase sebelum, selama, dan sesudah tindakan sedasi diberikan.
Rangkaian dan Alur Kegiatan
Guna mencapai tujuan klinis tersebut, rangkaian kegiatan disusun secara sistematis yang diawali dengan tahapan registrasi, pendistribusian materi, dan pembukaan lokakarya. Memasuki sesi inti, peserta menerima pemaparan materi teoretis yang mencakup konsep dasar nitrous oxide, farmakologi dan mekanisme kerja, indikasi dan kontraindikasi klinis pada pasien anak, prosedur persiapan pasien dan informed consent, manajemen pemantauan dan komplikasi, hingga penerapan protokol keselamatan serta pengendalian risiko.
Pemahaman teoretis kemudian diintegrasikan dengan sesi demonstrasi klinis, di mana peserta diperkenalkan dengan berbagai komponen serta fungsionalitas instrumen nitrous oxide sedation, termasuk prosedur pemasangan alat. Tahapan ini dilanjutkan dengan sesi praktik langsung (hands-on practice). Dalam sesi ini, para peserta berlatih secara berkelompok dengan simulasi penilaian kondisi pasien, teknik pemasangan nasal hood, prosedur titrasi gas, serta pemantauan pasien yang dilakukan di bawah supervisi dan pendampingan instruktur secara langsung.
Agenda lokakarya keilmuan ini diakhiri dengan sesi penutupan yang diisi dengan penyampaian kesimpulan akhir pelatihan. Rangkaian kegiatan kemudian diparipurnakan dengan prosesi pembagian sertifikat kompetensi kepada seluruh peserta dan sesi dokumentasi foto bersama.




