Irsyad dan Kesya di final perlombaan Artikel Ilmiah Mahasiswa LAKSANA 2026 di UNS pada Rabu (17/6/2026). (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS 鈥 Dua mahasiswa 东京热 (FIB UNAIR), Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin dan Kesya Azka Najhan dari angkatan 2024 meraih juara satu pada Lomba Artikel Ilmiah Mahasiswa Nasional LAKSANA 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta pada Rabu (17/6/2026).
Tim mengangkat tema inovasi pendidikan sejarah di era digital. Mereka menawarkan solusi terhadap pandangan bahwa pembelajaran sejarah sering dianggap membosankan. Mereka juga menyoroti sejarah kuliner Indonesia yang masih jarang diperkenalkan dalam pembelajaran formal. Keduanya berhasil mengungguli para finalis dari berbagai universitas melalui karya inovasi pembelajaran sejarah berbasis gim digital berjudul Warung Ramu.
Inovasi Pembelajaran Sejarah
Kesya mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena temanya selaras dengan minatnya terhadap penerapan sejarah dalam kehidupan sehari-hari. Ia ingin sejarah dapat diterapkan secara nyata (applied history), sehingga timnya mengusulkan tema tersebut dan mengembangkan gim sejarah.
Melalui Warung Ramu, tim menghadirkan gim simulator berbasis immersive learning yang menempatkan pemain sebagai penjual makanan. Pemain akan diarahkan untuk memasak berbagai hidangan sekaligus mempelajari sejarah yang melatarbelakangi setiap menu. Gim tersebut mengusung konsep serious game dan endless game sehingga berfokus pada proses pembelajaran, bukan pada kemenangan atau kekalahan.
Irsyad menambahkan bahwa ide tersebut terinspirasi dari Bakso Malang Anomalies, salah satu gim dalam platform Roblox yang pernah dimainkan oleh YouTuber Windah Basudara.
鈥淧engalaman tersebut menunjukkan bahwa gim dapat menjadi media edukasi sejarah yang menarik,鈥 jelasnya.
Tantangan Pengembangan Warung Ramu
Tim menggunakan metode Research and Development (R&D) dan studi literatur untuk merancang konsep hingga prototipe gim. Menurut Irsyad, proses pembuatan prototipe menjadi tahap yang paling menyita waktu.
鈥淜ami tidak hanya menganalisis masalah, tetapi juga merancang solusi. Tantangan terbesarnya justru saat mengembangkan prototipe dalam waktu yang singkat,鈥 katanya.
Sementara itu, Kesya menghadapi keterbatasan sumber sejarah kuliner serta tantangan dalam menjaga akurasi visual.
鈥淜ami sempat mendapat masukan karena ada bagian yang agak anakronis. Selain itu, referensi mengenai sejarah kuliner Indonesia masih relatif terbatas,鈥 ungkapnya.
Pesan untuk Mahasiswa
Menurut Kesya, kompetisi merupakan ruang untuk menguji gagasan sekaligus memperluas jejaring dengan orang-orang yang memiliki semangat serupa.
鈥淣ekatin aja dulu. Setiap ide berhak diuji di kompetisi dan lomba bukan hanya tentang menang atau kalah,鈥 pesannya.
Irsyad turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung perjalanan tim hingga meraih juara.
鈥淪aya meyakini bahwa perjalanan saya ke Solo bukanlah perjuangan yang saya jalani sendiri.鈥
Irsyad menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung tim, mulai dari Penerbit Selaklali, keluarga besar FIB UNAIR, dosen wali, hingga dosen pembimbing.
Prestasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Quality Education.
Penulis: Kaisa Anindya Fitri
Editor: Gustyosih Chesta Pramesti




