Bunga Lestari Br Situmorang dalam ajang pemilihan Duta FIB UNAIR 2026 (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS – Bunga Lestari Br Situmorang, mahasiswa , 东京热 () meraih gelar Duta Utama dalam ajang pemilihan Duta FIB UNAIR 2026. Program tersebut mencetak representasi mahasiswa FIB secara nasional yang memiliki 5B, yaitu Brain, Beauty, Behavior, Brave, dan Berbudaya. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2026) di Aula Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama, Kampus C, 东京热.聽
Program tersebut memiliki tahapan seleksi yang sangat ketat. Bermula dari serangkaian tes peserta hingga mencapai grand final. Tidak hanya melalui kemampuan public speaking dan pengetahuan berbudaya, peserta juga harus memiliki kemampuan dalam mengadvokasi isu-isu penting yang sedang hangat di kalangan mahasiswa FIB sendiri.
Perjalanan dan Tantangan yang Dihadapi
Sebelum mendaftar, Bunga mengaku sempat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental hingga finansial. Motivasi terbesarnya adalah keinginan untuk berkembang di luar bidang akademik serta memberikan dampak bagi fakultas.
鈥淢otivasi ini tuh sesimple aku gak mau menjadi mahasiswa yang cuma belajar, kuliah, kemudian aku pulang. I want to show myself more than in academic. Aku juga pengen bisa berdampak bagi fakultas,鈥 ungkap Bunga.
Saat proses persiapan dan karantina berlangsung selama kurang lebih dua bulan, Bunga bersyukur sekaligus bangga atas pencapaiannya. Perjalanan menuju gelar tersebut tidak mudah, dikarenakan jadwal menjelang grand final yang berdekatan dengan persiapan Ujian Akhir Semester (UAS) kuliah.
“Rasanya capek dan pikiran jadi sempat terbagi antara tugas kedutaan dan akademik. Namun, berada di titik menjadi winner membuat saya sangat bangga pada diri sendiri,” jelasnya.
Selain itu, ia harus membangun kedekatan dengan finalis lain yang berasal dari berbagai program studi dan angkatan yang berbeda. Meskipun berada dalam situasi kompetitif, para finalis tetap dituntut untuk membangun kerja sama dan chemistry yang baik.
Namun, momen kedekatan itu yang membuat berkesan baginya. Latihan yang dilakukan hampir setiap hari membuat para finalis menghadapi berbagai dinamika, mulai dari perbedaan pendapat hingga rasa kecewa akibat keterlambatan peserta lain. Namun, pengalaman tersebut justru mempererat hubungan mereka.
鈥淲alaupun kita ada marah, kecewa, dan kesal satu sama lain, but it shapes us to become the best version of us. Dari situ kita bisa lebih mengenal satu sama lain dan bonding juga,鈥 katanya.
Makna Duta bagi Bunga
Bunga memaknai gelar Duta FIB bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau penampilan. Menurutnya, seorang duta harus mampu menjadi representasi fakultas melalui perilaku, wawasan, serta kontribusi yang diberikan kepada lingkungan sekitar.
鈥淛adi duta itu bukan sekadar kamu pandai ngomong atau punya wajah yang cantik, tapi tentang perilaku, wawasan, dan bagaimana kamu bisa memberikan pengaruh serta dampak bagi fakultas,鈥 jelasnya.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Rosheilla Kharisma Putri Kuncoro
Editor: Ainnur Ayu Nanda Agustin




