Surabaya – Hari Raya Iduladha menjadi salah satu momen penting dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan hewan di Indonesia. Ribuan ekor hewan kurban dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. Untuk memastikan hewan yang disembelih berada dalam kondisi sehat dan layak, berbagai pemeriksaan kesehatan dilakukan, termasuk pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan agen penyakit parasitik.
Dalam rangkaian kegiatan pemeriksaan hewan kurban Iduladha 2026, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Kelompok 45 Tandem 1 Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Selain melakukan pemeriksaan fisik secara langsung di lapangan, mahasiswa juga melakukan pemeriksaan parasitologi terhadap sampel feses yang diperoleh dari hewan kurban.
Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi adanya parasit gastrointestinal yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak. Sampel feses yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke Laboratorium Parasitologi Veteriner FKH ¶«¾©ÈÈ untuk dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan metode pemeriksaan yang sesuai.
Melalui proses pemeriksaan mikroskopis, mahasiswa menemukan telur nematoda dengan karakteristik morfologi yang khas. Telur tersebut berbentuk oval memanjang menyerupai tong atau lemon, memiliki dinding yang tebal, berwarna cokelat kekuningan, serta menunjukkan adanya sumbat kutub (polar plugs) pada kedua ujungnya. Berdasarkan karakteristik tersebut, telur berhasil diidentifikasi sebagai Trichuris ovis, salah satu spesies cacing cambuk (whipworm) yang umum menginfeksi ruminansia kecil seperti kambing dan domba.
Temuan ini menunjukkan bahwa infestasi parasit masih dapat ditemukan pada hewan yang secara klinis tampak sehat. Keberadaan Trichuris ovis sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tingkat infestasi ringan. Namun demikian, infestasi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan mukosa usus, penurunan efisiensi penyerapan nutrisi, penurunan bobot badan, diare, hingga menurunnya produktivitas ternak.
Sebagai parasit yang memiliki siklus hidup langsung, Trichuris ovis tidak memerlukan hospes perantara untuk berkembang. Telur yang dikeluarkan bersama feses dapat berkembang menjadi bentuk infektif di lingkungan dan kemudian tertelan kembali oleh hewan melalui pakan atau air yang terkontaminasi. Oleh karena itu, penerapan sanitasi kandang yang baik, manajemen pemeliharaan yang tepat, serta program pemberian obat cacing secara teratur menjadi langkah penting dalam upaya pengendalian infeksi parasit ini.
Kegiatan pemeriksaan parasitologi pada hewan kurban memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PPDH dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan akademik. Mulai dari pengambilan sampel, pembuatan preparat, pengamatan mikroskopis, hingga proses identifikasi parasit dilakukan secara langsung sesuai prosedur laboratorium. Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan diagnostik mahasiswa, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai pentingnya peran dokter hewan dalam menjaga kesehatan hewan dan mendukung keamanan pangan asal hewan.
Temuan telur Trichuris ovis pada pemeriksaan hewan kurban ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan kesehatan hewan perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemeriksaan fisik tetapi juga didukung oleh pemeriksaan laboratorium. Data yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi bagi peternak dalam meningkatkan program pengendalian parasit sekaligus mendukung upaya surveilans penyakit parasitik pada ternak di Indonesia.
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa PPDH Kelompok 45 Tandem 1 ini sejalan dengan komitmen Fakultas Kedokteran Hewan ¶«¾©ÈÈ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kesehatan hewan dan pencegahan penyakit, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran berbasis praktik lapangan dan laboratorium, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengawasan kesehatan hewan yang mendukung penyediaan pangan asal hewan yang aman dan berkualitas, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya pengendalian penyakit parasitik yang berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak.
Penulis: Adinda Prameswari Bilqist P. (Mahasiswa PPDH Gelombang 45 tandem 1)
Editor: Mochamad Arifudin (Divisi Parasitologi Veteriner)




