Fertilisasi in vitro (IVF) adalah teknologi reproduksi yang banyak diteliti dan dikembangkan, bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ternak. Pematangan in vitro (IVM) merupakan tahap penting dalam proses IVF. Keberhasilan pematangan oosit melalui IVM secara signifikan memengaruhi hasil fertilisasi, karena oosit matang berkualitas tinggi menghasilkan tingkat kesuburan yang lebih tinggi. Namun, proses IVM seperti faktor pertumbuhan (IGF)-1 mendorong ekspansi sel kumulus dan mengaktifkan banyak jalur pensinyalan , termasuk jalur mitogen-activated protein kinase (MAPK) melalui Ras/Raf. Aktivasi ini pada akhirnya menyebabkan faktor pendorong pematangan (MPF) mencapai tahap metafase II, ciri khas pematangan oosit.
Pematangan oosit tidak hanya melibatkan nukleus tetapi juga sitoplasma, dengan perubahan signifikan dalam distribusi dan fungsi, terutama pada mitokondria. Mitokondria sangat penting untuk sintesis ATP, yang diperlukan untuk pematangan oosit. Mitokondria juga mengandung genomnya sendiri, DNA mitokondria ( mtDNA ), yang harus memenuhi ambang batas tertentu agar proses selanjutnya, seperti fertilisasi, embriogenesis, implantasi, dan organogenesis, dapat terjadi secara optimal.6 IGF-1 dapat mengaktifkan jalur yang terkait dengan replikasi mtDNA , termasuk jalur MAPK, yang pada akhirnya mengaktifkan reseptor pengaktif proliferator peroksisom gamma koaktivator 1-alfa (PGC-1伪) dan faktor transkripsi A mitokondria (TFAM), yang mengarah pada replikasi mtDNA , dan akhirnya mengaktifkan MPF untuk mencapai metafase II oosit yang matang.
Jalur MAPK memainkan peran penting dalam pematangan oosit, karena secara langsung terkait dengan aktivasi MPF. Aktivasi ini merupakan peristiwa kunci dalam pemecahan vesikel germinal, yang memulai proses pematangan oosit. Selain itu, mtDNA berfungsi sebagai indikator kesiapan oosit untuk keberhasilan fertilisasi. Sejauh pemahaman kami saat ini, belum ada penelitian yang secara ekstensif meneliti pengaruh suplementasi IGF-1 dalam media pematangan terhadap ekspresi MAPK dan MPF, serta kuantitas mtDNA pada oosit kambing. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki dampak IGF-1 pada pematangan oosit kambing dengan menilai ekspresi MAPK dan MPF serta kadar mtDNA.
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si.
Link:





