UNAIR NEWS — Di tengah kemudahan akses obat di masyarakat, masih terdapat persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian, yaitu rendahnya pemahaman terhadap penggolongan obat. Padahal, informasi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kurangnya pemahaman mengenai penggolongan obat berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak sesuai, terutama di tingkat rumah tangga.
Penggolongan obat merupakan sistem yang membagi obat berdasarkan tingkat keamanan, cara perolehan, serta aturan penggunaannya. Secara umum, obat dibedakan menjadi obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek (OWA), obat keras, serta narkotika dan psikotropika. Setiap golongan memiliki ketentuan yang berbeda sehingga penting dipahami agar obat dapat digunakan secara tepat sesuai kebutuhan.
Namun, dalam praktik sehari-hari, masyarakat sering kali lebih mengenali nama atau manfaat obat dibandingkan memahami golongannya. Tidak sedikit pula yang belum mengetahui arti simbol atau logo yang tertera pada kemasan obat. Padahal, simbol tersebut merupakan penanda penting yang memberikan informasi mengenai tingkat keamanan serta cara memperoleh obat secara benar.
Dalam lingkungan keluarga, ibu sering menjadi pihak pertama yang mengambil keputusan ketika anggota keluarga mengalami keluhan kesehatan ringan. Mulai dari menyediakan obat di rumah hingga menentukan langkah penanganan awal, ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan kesehatan keluarga. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggolongan obat menjadi bekal yang diperlukan agar keputusan yang diambil dapat mendukung penggunaan obat yang lebih aman.
Kondisi tersebut juga ditemukan dalam kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Universitas Airlangga kepada ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Bunder Asri, Gresik. Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Farmakologi di bawah bimbingan Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep. tersebut, masih ditemukan peserta yang belum memahami arti simbol pada kemasan obat maupun perbedaan antar golongan obat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai penggolongan obat. Hasilnya menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan pengetahuan terkait jenis obat dan aturan penggunaannya. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif dengan menggunakan media edukasi berupa poster, leaflet, dan papan obat yang dirancang untuk memudahkan peserta mengenali setiap golongan obat beserta karakteristiknya.
Diskusi berlangsung aktif karena materi yang dibahas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai pertanyaan muncul terkait obat yang biasa digunakan di rumah, cara memperoleh obat secara tepat, hingga perbedaan antara obat yang dapat dibeli secara bebas dan obat yang memerlukan resep atau pengawasan tenaga kesehatan.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test setelah kegiatan edukasi selesai dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, khususnya mengenai penggolongan obat dan pentingnya memperhatikan informasi yang terdapat pada kemasan sebelum menggunakan obat.
Temuan ini menunjukkan bahwa literasi obat masih menjadi aspek yang perlu terus diperkuat di masyarakat. Edukasi kesehatan tidak hanya membantu meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan bijak dalam menggunakan obat. Dengan demikian, penggunaan obat tidak lagi hanya didasarkan pada kebiasaan atau pengalaman sebelumnya, melainkan pada pemahaman yang benar mengenai keamanan dan aturan penggunaannya.
Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali penggolongan obat sebagai langkah awal dalam penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional. Pemahaman sederhana mengenai arti logo pada kemasan obat dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar dalam menjaga kesehatan keluarga.
Dosen Pengampu: Dr. Susilo Harianto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Penulis: Leli Rohmatus Syahada





