东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa FK Ikuti Clinical Exchange di Turki, Observasi Operasi Jantung Secara Langsung

Mahasiswa FK ikuti clinical exchange di Turki, saksikan operasi jantung secara langsung (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Pengalaman belajar di luar negeri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus melihat praktik kedokteran secara langsung. Hal tersebut dirasakan Raevalma Avrisqia, mahasiswa semester 7 Fakultas Kedokteran () 东京热 (UNAIR), yang berkesempatan mengikuti clinical exchange selama satu bulan di Departemen Bedah Kardiovaskular Gazi University Hospital, Ankara, Turki.

Kegiatan tersebut Raevalma ikuti melalui program SCOPE IFMSA Exchange Program. Selama berada di Gazi University Hospital, ia berkesempatan mengamati secara langsung proses pelayanan dan berbagai prosedur bedah kardiovaskular dengan standar pelayanan internasional.

Setiap hari, Raevalma mengikuti morning meeting bersama dokter konsulen dan residen sebelum mengamati berbagai tindakan operasi. Salah satu prosedur yang paling sering ia turut amati adalah Coronary Artery Bypass Graft (CABG). Yakni prosedur operasi yang bertujuan mengembalikan aliran darah ke otot jantung dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, termasuk tungkai.

Namun, pengalaman yang paling membekas bagi Raevalma terjadi pada hari pertamanya di ruang operasi. Untuk pertama kalinya, ia dapat melihat jantung manusia berdetak secara langsung.

Selama menjalani pendidikan kedokteran, Raevalma selama ini mempelajari anatomi dan fisiologi jantung melalui buku maupun model pembelajaran. Kesempatan melihat organ tersebut bekerja secara nyata memberikan perspektif baru mengenai ilmu yang selama ini dipelajarinya.

鈥淪elama tiga tahun belajar kedokteran, saya selalu bertanya-tanya bagaimana rasanya melihat jantung manusia secara langsung. Alhamdulillah, pada hari pertama menjalani exchange di Turki, impian itu benar-benar terwujud,鈥 ujar Raevalma.

Selain mengamati prosedur CABG, Raevalma juga mendapatkan kesempatan mempelajari penggunaan Heart-Lung Machine. Alat tersebut digunakan untuk mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru selama prosedur operasi tertentu. Ia juga mengamati berbagai tindakan bedah vaskular, salah satunya pembuatan arteriovenous (AV) fistula.

Menurut Raevalma, pengalaman selama berada di ruang operasi tidak selalu berlangsung dalam suasana tegang. Di sela-sela tindakan operasi, dokter dan residen kerap bercanda untuk mencairkan suasana. Bahkan, pada suatu kesempatan, mereka meminta Raevalma memutarkan lagu Indonesia di ruang operasi. Interaksi sederhana tersebut membuat Raevalma merasa diterima sebagai bagian dari tim selama menjalani clinical exchange.

Tidak hanya mendapatkan pengalaman klinis, Raevalma juga mengikuti berbagai kegiatan sosial bersama mahasiswa kedokteran Turki. Rangkaian social program tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal budaya lokal sekaligus memperluas jejaring pertemanan lintas negara.

Tukar Budaya

Salah satu kegiatan yang diikutinya adalah meronce gelang sebagai simbol persahabatan. Ia juga berkesempatan bertukar makanan tradisional Indonesia dan Turki bersama mahasiswa setempat. 鈥Priceless banget lihat muka mereka saat mencoba rendang! Ternyata mereka menyukainya karena penuh cita rasa,鈥 ungkap Raevalma.

Pengalaman selama satu bulan tersebut ditutup dengan momen perpisahan bersama para dokter dan residen di Gazi University Hospital. Sebagai kenang-kenangan, Raevalma mendapatkan scrub bedah khas Turki serta head cover dari para dokter dan residen.

Bagi Raevalma, pemberian tersebut bukan sekadar perlengkapan operasi, melainkan simbol dari pengalaman, ilmu, dan kehangatan yang diterimanya selama mengikuti program clinical exchange.

Ia berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon dokter sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa mendatang. 鈥淪emoga suatu hari nanti saya dapat kembali bertemu dan berkolaborasi dengan mereka,鈥 harapnya.

Melalui program clinical exchange ini, Raevalma tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengamati praktik bedah kardiovaskular, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring dan bertukar pengetahuan dengan mahasiswa serta tenaga medis dari negara lain.

Kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being melalui peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan dan SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi serta pertukaran pengetahuan dalam pendidikan kedokteran di tingkat internasional.

AKSES CEPAT