UNAIR NEWS – Sebagai bentuk implementasi peran mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, Maulidya Anastasya Kristanto, mahasiswa 东京热, menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Cerdas Pakai Obat” pada Minggu (28/6/2026) pukul 16.00 WIB di Jl. Gajah Mada No. 134, Sukorejo, Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan sediaan obat setengah padat atau obat topikal secara tepat, aman, dan sesuai dengan indikasi sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi dilaksanakan menggunakan media poster yang dirancang dengan tampilan sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia. Poster tersebut memuat informasi mengenai berbagai jenis sediaan obat setengah padat, yaitu salep, krim, gel, pasta, sapo kalinus, dan linimenta. Selain memperkenalkan karakteristik masing-masing sediaan, materi juga membahas fungsi, indikasi penggunaan, kelebihan dan kekurangan setiap bentuk sediaan, cara penggunaan yang benar, teknik penyimpanan, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat topikal.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti penyampaian materi. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui pemaparan informasi, tetapi juga disertai sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman mereka dalam menggunakan obat topikal. Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan fungsi setiap bentuk sediaan obat maupun cara penggunaannya yang benar.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai penggunaan obat topikal. “Selama ini saya menganggap semua obat oles memiliki fungsi yang sama. Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi mengetahui bahwa salep, krim, dan gel memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaannya juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit,” ujarnya.
Dalam materi edukasi dijelaskan bahwa salep memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi sehingga lebih sesuai digunakan pada kulit yang kering karena mampu mempertahankan kelembapan kulit. Krim memiliki tekstur yang lebih ringan dan nyaman digunakan pada kulit yang lembap, sedangkan gel mudah meresap ke dalam kulit serta memberikan sensasi dingin saat diaplikasikan. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan pasta yang berfungsi memberikan perlindungan pada area kulit tertentu karena teksturnya lebih kental. Masyarakat juga memperoleh informasi mengenai sapo kalinus sebagai sabun pembersih medis dan linimenta yang umum digunakan untuk membantu meredakan pegal maupun nyeri otot ringan.
Selain menjelaskan jenis-jenis sediaan obat, edukasi ini juga menekankan pentingnya penggunaan obat secara rasional. Peserta diingatkan agar selalu membaca aturan pakai sebelum menggunakan obat, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, menyimpan obat sesuai petunjuk, serta menghindari penggunaan obat secara berlebihan atau tanpa anjuran tenaga kesehatan. Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh manfaat pengobatan secara optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping akibat penggunaan obat yang kurang tepat.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di bawah supervisi Dr. Hafna Ilmy Muhalla, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M.B. yang memberikan arahan selama proses pelaksanaan. Kehadiran kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa keperawatan dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat.
Melalui kegiatan “Cerdas Pakai Obat”, Maulidya Anastasya Kristanto berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat topikal sesuai kebutuhan. Edukasi sederhana seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat yang tepat sehingga dapat mendukung terciptanya perilaku hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Maulidya Anastasya Kristanto





