UNAIR NEWS – Astro, salah satu tim Komunitas Robotika (Kombo) UNAIR akhirnya kembali terjun ke ajang perlombaan setelah hibernasi dua ahun akibat tidak diselenggarakannya Kompetisi Robotik Tematik Indonesia (KRTMI). Semangat mereka kembali membara dalam ajang bergengsi Technocorner 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal Kamis-Sabtu (25-26/6/2026). Sebanyak 4 tim bertanding dalam sub kompetisi transporter, yaitu kompetisi robot kendali jarak jauh yang menantang peserta untuk memindahkan objek ke zona sasaran sesuai regulasi pertandingan.
Perjalanan Astro sempat diuji ketika salah satu tim dinyatakan tidak lolos inspeksi karena dimensi robot melebihi batas regulasi sebesar 0,1 mm. Meski demikian, tiga tim Astro lainnya berhasil lolos inspeksi dan menyelesaikan pertandingan dengan poin maksimal, yaitu 5 poin dengan catatan waktu 1 menit 28 detik untuk tim 1, 1 menit 32 detik untuk tim 2, dan 2 menit untuk tim 3.
Sayangnya, durasi waktu ketiga tim Astro masih kalah cepat daripada tim lawan yang mampu menyelesaikan tantangan di bawah waktu 1 menit 25 detik. Sehingga membuat langkah tim Astro harus berhenti menjelang babak 32 besar. Tegangnya atmosfer pertandingan membuat para pilot tim Astro grogi saat mengendalikan robot. Sehingga box terakhir sedikit tersangkut dan membutuhkan durasi yang lebih lama dalam mencetak poin.
“Bukan soal kurang jago, kita hanya butuh pemanasan lagi untuk urusan jam terbang dan mental pilot di arena. Secara sistem dan perakitan, robot kita sudah terbukti mampu mencetak poin penuh. Tinggal poles sedikit lagi, kita siap melesat lebih cepat,” tutur Aryo Wahyu Nugroho, ketua Astro.
Bagi Astro, Technocorner 2026 menjadi pengalaman berharga sekaligus ajang evaluasi untuk meningkatkan kualitas tim. “Kalah cepat di waktu nggak masalah, yang penting poin maksimal sudah di tangan. Anggap saja ini jadi gladi bersih, kompetisi selanjutnya kita pastikan boksnya meluncur mulus tanpa nyangkut,” ujar Aryo optimis.
Berbekal pengalaman tersebut, tim Astro berkomitmen menyempurnakan inovasi dan kembali berlaga dengan target meraih podium sesuai jargon mereka, “Astro, juara!”.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi wadah pembelajaran yang memperkuat kemampuan teknis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan inovasi sebagai bekal menghadapi tantangan di bidang sains dan teknologi.
Penulis: Tim Astro, Kombo FTMM, ¶«¾©ÈÈ





