¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Konsentrasi Silika Dan Respirable Dust  Dengan Il- 8 (Interleukin 8) Dalam Serum Darah Pada Pengrajin Marmer Di Tulungagung

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Pekerjaan sebagai pengrajin marmer memiliki potensi untuk terpapar oleh debu marmer yang memungkinkan mengandung kadar silika yang tinggi sehingga pekerja memiliki risiko bahaya dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan tersebut meliputi terjadinya penyakit paru dan peningkatan kadar interleukin-8 (IL-8). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kadar debu silika, debu respirable dengan kadar interleukin-8 (IL-8) serum darah pada pengrajin marmer di Tulungagung.

Penelitian ini ialah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah semua pekerja di bagian produksi sebanyak 42 orang, sampel penelitian ini adalah 30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kadar debu silika dan debu respirable. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah interleukin-8(IL-8). Pengukuran debu silika dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium, mengukur kadar debu respirable yang diukur dengan menggunakan alat Personal Dust Sampler, kadar interleukin-8 (IL-8) yang diambil melalui sampel serum darah dan dianalisis dengan metode ELISA. Teknik analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman, Mann-Wthiney U Test, dan Kruskal-Wallis Test.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif, mayoritas pekerja berada pada kategori usia >45 Mayoritas responden sudah bekerja ≥ 5 tahun, dalam sehari pekerja mayoritas menghabiskan waktu untuk bekerja selama ≤8 jam. Mayoritas responden sudah menggunakan APD masker kain. Mayoritas pekerja terpapar debu dari unit finishing 37,1203 mg/m3. Berdasarkan hasil pengukuran kadar debu silika diketahui bahwa mayoritas responden terpapar debu silika dari unit finishing 0,1114 mg/L.

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara debu silika dengan dengan interleukin 8 dalam serum darah pada pengrajin di Tulungagung. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi debu silika, semakin tinggi pula Interleukin 8; dan sebaliknya semakin rendah konsentrasi debu silika, semakin rendah pula Interleukin 8. Tidak ada korelasi yang signifikan antara respirable dust dengan interleukin 8 dalam serum darah pada pengrajin di Tulungagung.

AKSES CEPAT