东京热

东京热 Official Website

Kolaborasi AIESEC Surabaya dan ILSA UNAIR Dorong Kepemimpinan Muda di Kancah Internasional

Dosen Hukum Internasional 东京热 (UNAIR), Jani Purnawanty SH SS LLM, saat memaparkan materi dalam diskusi publik Global Crossroad di Aula Soetandyo, Gedung FISIP, Kampus B-Dharmawangsa UNAIR, Jumat (5/6/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Menyikapi dinamika global yang bergeser cepat, AIESEC Surabaya bersama International Law Students Association (ILSA) Chapter 东京热 (UNAIR) menggelar diskusi publik bertajuk Global Crossroad. Mengusung tema Youth Leadership in International Law, acara yang mempertemukan pemikiran akademis dan pergerakan pemuda ini terselenggara di Aula Soetandyo, Gedung , Kampus B-Dharmawangsa UNAIR pada Jumat (5/6/2026).

Dosen Internasional UNAIR, Jani Purnawanty SH SS LLM memaparkan keterkaitan antara krisis iklim, transisi energi, konflik bersenjata, pergeseran geopolitik, hingga revolusi AI. Ia mengibaratkan sistem tata hukum dunia saat ini seperti perangkat lunak usang yang dipaksa bekerja menyelesaikan problem masa kini.

鈥淗ukum internasional modern dibangun di atas fondasi tahun 1945 pasca Perang Dunia Kedua. Ini ibarat software lama yang tentu saja tidak kompatibel dengan hardware baru kita saat ini. Mengingat hukum selalu bersifat reaktif sementara perubahan sosial dan teknologi datang jauh lebih cepat,鈥 ungkap Jani.

Salah satu tantangan yang menjadi sorotannya adalah masih minimnya pemahaman publik tentang perubahan iklim. Padahal, Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement, perjanjian internasional tentang perubahan iklim. Padahal, menurutnya, pemahaman yang baik menjadi kunci untuk mengawal target penurunan emisi yang telah disepakati pemerintah. 

Dalam hal ini, mahasiswa berperan penting dalam mengawal dan mendukung pemerintah agar komitmen penurunan emisi dapat tercapai. 鈥淧emahaman tentang krisis iklim di level universitas pun masih minim. Padahal dampaknya nyata bagi semua orang tanpa pandang bulu,鈥 tegas Jani. 

Presiden AIESEC Surabaya, Rozan Herdiwinata, memberikan sertifikat penghargaan kepada Dosen Hukum Internasional UNAIR, Jani Purnawanty SH SS LLM dalam diskusi publik Global Crossroad di Aula Soetandyo, Gedung FISIP, Jumat (5/6/2026) (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Jani juga menyoroti praktik standar ganda (double standard) yang kerap terjadi dalam politik internasional. Termasuk dalam posisi tawar negara berkembang seperti Indonesia di berbagai forum global. Menurutnya, realitas hubungan internasional sering kali menunjukkan bahwa keadilan belum tentu menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat akademisi maupun mahasiswa bersikap pesimistis. Sebaliknya, generasi muda justru perlu hadir sebagai agen perubahan yang menawarkan gagasan-gagasan baru untuk memperbarui sistem yang ada.

鈥淩ealitas pahitnya, hukum internasional kerap berjalan hanya jika menguntungkan aktor besar. Tugas generasi muda di ruang kuliah sekarang adalah menyuntikkan ide baru dan mengumpulkan komponen segar agar sistem hukum ini bisa diperbarui demi kepentingan bersama,鈥 tambah Jani. 

Sementara itu, Presiden AIESEC Surabaya, Rozan Herdiwinata, menyoroti fenomena psikologis anak muda masa kini yang sering kali merasa tidak berdaya di tengah derasnya arus informasi konflik global.

鈥淜ita adalah generasi yang paling kaya informasi dalam sejarah. Namun anehnya kita juga merasa paling tidak berkuasa untuk membuat perubahan sistemis. Padahal, saat kita berani menunjukkan diri di dunia dan memiliki relasi global, rasa empati itu akan tumbuh dengan sendirinya,鈥 jelas Rozan.

Rozan menekankan bahwa kompleksitas dunia dalam 15 hingga 20 tahun ke depan akan berada sepenuhnya di bawah kendali generasi muda saat ini yang memegang tongkat estafet kepemimpinan.

鈥淪istem peraturan terbaik di dunia secara fundamental bermuara pada aspek kemanusiaan. Jangan ragu keluar dari zona nyaman. Bangun global network kalian untuk memahami dunia lebih dalam sebelum kalian kembali untuk berkontribusi dan memimpin tata kelola internasional ini,鈥 pungkas Rozan.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT