UNAIR NEWS – Tim Komunitas Robotika (Kombo) ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Gendongkulon dan Pondok Pesantren Sunan Santri Al Ikhlas melalui kegiatan bertema Inovasi Smart Village dan Edukasi STEM dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) pada program UNAIR Sustainaction 2026.
Program ini berlangsung pada 30 Mei hingga 21 Juni 2026 dan dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, kesehatan lingkungan, serta digitalisasi tata kelola administrasi desa.
Tiga Inovasi Utama untuk Smart Village
Dalam pelaksanaannya, tim Kombo Berdaya menghadirkan tiga inovasi utama yang menjadi pilar program pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna. Inovasi WELED difokuskan pada pengembangan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah rumah tangga. Masyarakat diberikan pelatihan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui alat ekstrusi filamen, limbah botol plastik diolah menjadi filamen yang dapat dimanfaatkan kembali dan dijual. Selain itu, warga juga dilatih mengolah limbah organik menjadi pupuk cair sebagai alternatif produk pertanian berkelanjutan.
Inovasi SIMKUALITAS dikembangkan untuk meningkatkan kualitas air bersih di lingkungan desa. Sistem ini membantu menyaring zat kapur serta mengurangi bau kaporit yang menyengat pada air. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan akses air bersih yang lebih layak konsumsi bagi masyarakat. Edukasi mengenai standar air bersih juga diberikan kepada para santri di pondok pesantren.
Tim juga berkolaborasi dengan mahasiswa internasional dari Airlangga Global Engagement (AGE) dalam pemasangan sistem filtrasi air di lingkungan pesantren. DIGIDESA hadir sebagai solusi digitalisasi administrasi desa untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Sistem ini mempercepat proses pengarsipan data dan layanan surat-menyurat di balai desa. Implementasi sistem ini membantu perangkat desa dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tertata. Meski demikian, pendampingan tetap dilakukan agar perangkat desa dapat mengoperasikan sistem secara optimal.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Melalui integrasi berbagai inovasi tersebut, program Kombo Berdaya secara nyata berkontribusi pada pencapaian multi-aspek dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kualitas air bersih di lapangan berhasil menyasar target SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi), sementara konversi limbah menjadi produk bernilai guna mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Di samping itu, penerapan sistem DIGIDESA turut memperkuat pilar SDGs 9 dan SDGs 11 terkait inovasi infrastruktur berkelanjutan, yang diperkaya dengan muatan edukasi STEM serta kolaborasi lintas sektor bersama mahasiswa internasional sebagai wujud nyata SDGs 4 dan SDGs 17.
Benaya selaku Ketua Pelaksana Kombo Berdaya menjelaskan, “Penyerahan seluruh ekosistem teknologi ini kepada masyarakat adalah langkah awal dari komitmen jangka panjang kami. Target utama kami adalah kemandirian warga, sehingga seluruh sistem ini tetap berjalan, dirawat, dan memberikan dampak nyata secara berkelanjutan bagi Desa Gendongkulon.”
Guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan pemanfaatan alat di lapangan, tim Kombo Berdaya juga tetap membuka ruang konsultasi intensif secara daring bagi warga yang membutuhkan pendampingan teknis lanjutan. Langkah ini diharapkan mampu merawat kemandirian komunitas Desa Gendongkulon dalam mengadopsi inovasi berbasis digital dan lingkungan secara berkelanjutan demi masa depan desa yang lebih maju.
Penulis: Nisrina Khairunnisa





