Resistensi antibiotik telah menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan banyak bakteri berkembang menjadi kebal terhadap obat, sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati. Salah satu bakteri yang sering menimbulkan masalah adalah Staphylococcus aureus, penyebab berbagai infeksi pada kulit, luka operasi, hingga infeksi pada alat kesehatan. Bakteri ini mampu membentuk biofilm, yaitu lapisan pelindung yang membuatnya lebih tahan terhadap antibiotik dan sistem kekebalan tubuh. Melihat tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan inovatif melalui terapi fotodinamik berbasis laser dioda merah (665 nm) yang dikombinasikan dengan sistem ozon. Teknologi ini memanfaatkan energi cahaya dan sifat oksidatif ozon untuk menonaktifkan bakteri tanpa bergantung pada antibiotik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif terapi yang lebih aman sekaligus membantu menekan meningkatnya kasus resistensi antibiotik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi laser dioda merah dan ozon memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan penggunaan salah satu metode secara terpisah. Pada kepadatan daya laser sebesar 0,24 W/cm虏 dengan waktu penyinaran 40 detik, kombinasi kedua teknologi ini mampu mengurangi biofilm hingga 94%. Sebagai perbandingan, penggunaan laser saja menghasilkan penurunan biofilm kurang dari 80%. Keunggulan kombinasi ini diduga berasal dari mekanisme kerja yang saling melengkapi. Ozon bekerja sebagai oksidator kuat yang merusak struktur dinding sel bakteri serta melemahkan matriks biofilm. Kondisi tersebut membuat cahaya laser lebih efektif mencapai sel bakteri. Di sisi lain, energi cahaya dari laser membantu meningkatkan proses fotodinamik yang menghasilkan spesies oksigen reaktif (Reactive Oxygen Species/ROS), sehingga kerusakan pada membran, protein, dan materi genetik bakteri menjadi lebih optimal. Sinergi kedua mekanisme tersebut menyebabkan bakteri lebih cepat mengalami inaktivasi.
Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi kesehatan berbasis cahaya untuk mendukung pengendalian infeksi yang semakin sulit ditangani dengan antibiotik konvensional. Di masa depan, teknologi laser dioda dan ozon berpotensi diterapkan pada bidang kedokteran gigi, perawatan luka kronis, sterilisasi alat medis, hingga terapi infeksi yang berkaitan dengan pembentukan biofilm. Meskipun penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pendekatan non-antibiotik memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Pengembangan lebih lanjut melalui penelitian praklinis dan uji klinis diharapkan dapat menghasilkan teknologi kesehatan karya anak bangsa yang efektif, aman, dan mampu mendukung upaya nasional maupun global dalam menghadapi ancaman resistensi antibiotik.
Penulis : Suryani Dyah Astuti
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





