¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Ikuti Stase Kardiologi Belgia, Mahasiswa FK UNAIR Dukung SDG 3

Hendro Kusumo Sricahyonoaji (kiri) bersama Prof. Yoann Bataille, supervisor kardiologi intervensi, berada di laboratorium kateterisasi Jessa Ziekenhuis, Hasselt, Belgia, seusai melaksanakan prosedur klinis pada bulan Agustus. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Hendro Kusumo Sricahyonoaji, mahasiswa Fakultas Kedokteran () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR), baru saja menyelesaikan program pertukaran pelajar berbasis rotasi klinis yang diselenggarakan oleh Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA)-SCOPE di Jessa Ziekenhuis Hartcentrum, Hasselt, België. Program ini memberinya kesempatan berharga untuk mendalami ilmu kardiologi berstandar eropa secara langsung.

Selama menjalani stase klinis, Hendro dibimbing langsung oleh pakar kardiologi terkemuka. “Ini adalah pengalaman terbaik selama perjalanan sekolah kedokteran saya. Saya belajar langsung dari para ahlinya, seperti Prof. Yoann Bataille di bidang kardiologi intervensi, serta Prof Guido Claessen untuk kardiologi olahraga,” ungkap Hendro.

Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-being, melalui peningkatan kapasitas tenaga medis masa depan. Atmosfer kerja yang kolaboratif dan disiplin memberikan wawasan komprehensif terkait penanganan penyakit jantung modern.

Lebih dari sekadar praktik klinis, Hendro juga menunjukkan kontribusi akademis dengan menyusun case report yang berhasil diterima untuk dipresentasikan pada International IFMSA August Meeting 2026 di Kazakhstan pada 4 Agustus 2026. Mengingat kegiatan tersebut berlangsung bersamaan, Hendro melakukan presentasinya melalui pre-recorded video.

Pencapaian ini mendapat respons positif dari pihak rumah sakit tuan rumah. Dalam sebuah video testimoni, Prof. Yoann Bataille menyatakan keterbukaannya untuk menyambut lebih banyak mahasiswa kedokteran dari Indonesia yang ingin menimba ilmu di Belgia (mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals).

“Pengalaman pertukaran pelajar ini sangat membuka mata saya. Kedepannya, saya bertekad untuk mengejar beasiswa Eropa, seperti Erasmus ke Belanda, guna melanjutkan studi dan membawa ilmu yang lebih bermanfaat kembali ke Tanah Air,” ucap Hendro.

AKSES CEPAT