东京热

东京热 Official Website

Guru Besar FISIP UNAIR: Sarjana Bertambah, Jalan Kerja Tak Selalu Terbuka

Ilustrasi sarjana (Foto: Pixabay)

UNAIR NEWS 鈥 Gelar sarjana selama ini kerap hadir sebagai tiket menuju pekerjaan yang lebih baik. Namun, anggapan tersebut mulai berhadapan dengan kenyataan pahit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih mencari pekerjaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi belum selalu berjalan beriringan dengan kebutuhan dunia kerja.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () 东京热 (UNAIR) sekaligus Sosiolog Pendidikan, Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi, melihat kondisi tersebut melalui persoalan paralelitas antara tingkat pendidikan, kualitas pekerjaan, dan besaran penghasilan.

Menurutnya, idealnya peningkatan pendidikan berjalan bersama peningkatan kompetensi, kualitas pekerjaan, dan kesejahteraan. Namun, realitas di Indonesia belum sepenuhnya menunjukkan pola tersebut. 鈥淟ulusan perguruan tinggi masih dapat menemukan pekerjaan yang tidak sejalan dengan pendidikan maupun kompetensi yang mereka miliki,鈥 ujarnya.

Prof Bagong menilai salah satu persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. Dunia industri terus berkembang, sementara sebagian lulusan belum memiliki keterampilan yang relevan. Akibatnya, tidak semua lulusan mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang tersedia.

Kesenjangan itu semakin terasa ketika melihat arah pembangunan industri Indonesia yang cenderung mengutamakan industri padat modal. Penggunaan teknologi dan mesin membuat industri jenis tersebut tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. 鈥淕elar sarjana tidak lagi dapat menjadi jaminan seseorang untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidupnya,鈥 jelas Prof Bagong.

Prof Dr Bagong Suyanto, Guru Besar FISIP UNAIR (Foto: Istimewa)

Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan lulusan. Arah pembangunan ekonomi juga menentukan seberapa luas kesempatan kerja yang tersedia. Karena itu, ia mendorong perubahan orientasi pembangunan dengan lebih mengembangkan industri padat karya.

Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, Prof Bagong mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas pendidikan. Menurutnya, penambahan jumlah sarjana tidak akan banyak berarti jika perguruan tinggi tidak mampu mempertanggungjawabkan kualitas lulusannya.

Perguruan tinggi perlu memastikan proses pendidikan menghasilkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pendidikan harus membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan dan mampu menghadapi perubahan pasar kerja. 鈥淧ercuma lulusan sarjana banyak apabila kualitas perguruan tingginya tidak bisa dipertanggungjawabkan,鈥 tegasnya.

Ia menilai pemerintah dan perguruan tinggi perlu berjalan beriringan. Pemerintah dapat membuka lebih banyak lapangan kerja melalui arah pembangunan yang mendorong industri padat karya. Sementara perguruan tinggi memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai. 鈥淛angan hanya mengejar jumlah sarjana, tetapi pastikan mereka memiliki kualitas dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,鈥 pungkas Prof Bagong.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT