东京热

东京热 Official Website

FKH UNAIR Dorong Produktivitas Ayam Petelur Bojonegoro melalui Nano Ekstrak Meniran dan Bekatul Fermentasi

Antusias para peternak dalam kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026). (Foto: Istimewa)
Antusias para peternak dalam kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan 东京热 di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/8/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 东京热 (UNAIR) terus mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian peternak melalui penerapan inovasi teknologi pakan. Upaya tersebut berwujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dengan memperkenalkan feed additive nano ekstrak meniran dan teknologi bekatul fermentasi bagi peternak ayam petelur.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026) tersebut melibatkan sekitar 20 peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Rejo Bejoyo dan Manunggal Bersama. Antusiasme peternak terlihat sepanjang kegiatan, terutama ketika memperoleh penjelasan dan pendampingan langsung dari tim akademisi FKH UNAIR.

Salah satu peternak, Ruly, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim UNAIR. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan kesempatan bagi peternak untuk memperoleh pengetahuan baru. Selain itu, dapat berdiskusi langsung mengenai berbagai persoalan yang ada dalam usaha ayam petelur.

Inovasi Nano Ekstrak Meniran

Salah satu inovasi yang tim perkenalkan adalah nano ekstrak meniran (Phyllanthus niruri) sebagai feed additive. Meniran merupakan tanaman herbal yang proses ekstraknya menggunakan teknologi nano. Sehingga, nantinya dapat meningkatkan kemudahan penyerapan bahan aktif di dalam tubuh ternak.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKH UNAIR, Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes menjelaskan bahwa penerapan pakan dengan nano ekstrak meniran menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung produktivitas ayam petelur. Selain peningkatan produksi, penerapan inovasi tersebut juga mengarah pada membantu menekan biaya pakan. Hal tersebut merupakan salah satu komponen utama biaya produksi peternakan.

鈥淢elalui inovasi ini, kami ingin membantu peternak memperoleh alternatif teknologi pakan yang dapat mendukung kesehatan dan produktivitas ayam sekaligus meningkatkan efisiensi usaha,鈥 jelasnya.

Alternatif yang Potensial

Prof Sri Hidanah menambahkan bahwa berbagai penelitian pada ayam menunjukkan potensi meniran dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, daya tahan tubuh, kualitas telur, dan produktivitas. Potensi tersebut menjadi dasar pengembangan meniran sebagai salah satu bahan alami yang dapat petenak manfaatkan dalam inovasi pakan ternak.

Pengembangan nano ekstrak meniran juga mengarah sebagai salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi berperan sebagai imunomodulator atau imunostimulan. Terutama dalam mendukung upaya mencari alternatif terhadap penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang telah dilarang dalam dunia peternakan. Selain nano ekstrak meniran, tim FKH UNAIR juga memperkenalkan teknologi fermentasi bekatul menggunakan fermentor. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bekatul sebagai bahan pakan.

Tim pengabdian masyarakat FKH UNAIR sedang memaparkan tentang fermentasi pakan di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

Prof Widya Lokapirnasari menjelaskan bahwa pengolahan bekatul melalui fermentasi bersifat penting. Hal itu karena kandungan serat kasar yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses pencernaan ayam. Dengan teknologi fermentasi, kualitas bahan pakan nantinya menjadi lebih baik dan lebih sesuai untuk mendukung kebutuhan nutrisi ayam petelur. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi peternak untuk mengoptimalkan bahan pakan yang lebih terjangkau di tingkat lokal, sehingga dapat mendukung efisiensi biaya produksi.

Edukasi Penggunaan Antibiotik Secara Bijak

Kegiatan pengabdian juga menjadi ruang diskusi bagi peternak untuk memperoleh pemahaman mengenai penggunaan antibiotik dan bahan herbal dalam pemeliharaan ayam. Pada sesi tanya jawab, peternak menanyakan penggunaan herbal bersamaan dengan antibiotik serta penggunaan antibiotik sebagai upaya pencegahan penyakit.

Tim narasumber menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik untuk pengobatan ketika terdapat indikasi penyakit dan tidak menganjurkan penggunaanya secara rutin sebagai tindakan pencegahan. Dalam penerapan teknologi pakan yang diperkenalkan pada kegiatan tersebut, penggunaan antibiotik juga tidak dilakukan bersamaan dengan herbal. Melalui pendekatan edukasi, demonstrasi teknologi, dan pendampingan, FKH UNAIR berharap peternak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan teknologi secara mandiri dalam kegiatan usaha peternakan.

Menuju Peternakan Ayam Petelur yang Lebih Mandiri

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari komitmen FKH UNAIR dalam mendiseminasikan hasil inovasi akademik agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penerapan nano ekstrak meniran dan teknologi fermentasi bekatul memiliki banyak manfaat. Nantinya dapat mendukung kesehatan ternak, meningkatkan produktivitas ayam petelur, sekaligus membantu menekan biaya produksi di tingkat peternak.

鈥淗arapannya, teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh kelompok peternak. Sehingga, mereka semakin mandiri dalam mengelola usaha peternakannya,鈥 pungkas Dr. Emy.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok peternak, FKH UNAIR terus berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berbasis penelitian, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Tim menyampaikan apresiasi kepada 东京热, LPMB UNAIR dan Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

Penulis: Emy Koestanti Sabdoningrum

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT