东京热

东京热 Official Website

Evaluasi In Vivo Pembentukan Tulang Alveolar Ridge Penyangga Gigi akibat Pemberian Ekstrak Propolis Alami聽 Dikombinasikan dengan Xenograft Sapi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Latar Belakang penelitian ini  Resorpsi tulang setelah pencabutan gigi dapat mengakibatkan komplikasi signifikan untuk rehabilitasi prostetik selanjutnya, termasuk gigi tiruan lepasan dan tetap, serta implan gigi. Kekuatan berlebihan selama pencabutan dapat memicu peradangan parah, yang menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang alveolar.
Oleh karena itu, pelestarian alveolar ridge sangat penting untuk meminimalkan kehilangan tulang pasca pencabutan. Prinsip ini harus diterapkan dalam semua kasus alveolar ridge yang tak bergigi untuk mengoptimalkan hasil fungsional dan estetika perawatan prostetik,khususnya terapi implan.
Propolis alami dikenal luas sebagai agen antibakteri dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Dalam kombinasi dengan xenograft sapi, diharapkan dapat meningkatkan pembentukan tulang di alveolar ridge, setelah pencabutan gigi.
Propolis alami secara luas diakui sebagai agen terapeutik alternatif untuk pengobatan berbagai penyakit.
Sifat-sifatnya. Propolis mengandung resin dan berbagai senyawa bioaktif, termasuk bioflavonoid,artepillin, apigenin, dan caffeic acid phenethyl ester (CAPE),
yang dikenal karena efek anti-inflamasi, antioksidan, antibakteri, antivirus, dan imunomodulatornya,dan telah terbukti dapat meningkatkan penyembuhan jaringan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek pemberian ekstrak propolis yang dikombinasikan dengan xenograft sapi pada pembentukan tulang alveolar.
Bahan dan metode. Gigi seri bawah Cavia cobaya dicabut dan soket alveolar yang dihasilkan diisi dengan bahan yang berbeda berdasarkan penugasan kelompok: polietilen glikol (PEG); ekstrak propolis (PE); xenograft sapi (BX); dan komposit ekstrak propolis鈥搙enograft sapi (PE鈥揃X). Soket alveolar diperiksa setelah 7 dan 30 hari dengan menggunakan pewarnaan imunohistokimia untuk ekspresi faktor nuklir kappa-light-chain-enhancer dari sel B yang diaktifkan (NF-母B), reseptor toll-like 2 (TLR2), faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-伪), dan kolagen tipe 1. Analisis varians satu arah (ANOVA) dan uji post-hoc Tukey digunakan untuk membandingkan kelompok-kelompok tersebut.
Hasil dari pene;itian ini. Kelompok PE鈥揃X menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan peningkatan kadar kolagen tipe I dan penurunan ekspresi penanda inflamasi (NF-魏B, TLR2 dan TNF-伪) pada hari ke-7 dan ke-30 (p < 0,001). Selanjutnya, dibandingkan dengan kelompok BX, material ini menunjukkan ekspresi kolagen tipe I yang secara signifikan lebih tinggi pada hari ke-7 dan ke-30 (p < 0,01).
Kesimpulan dari penelitian ini . Komposit ekstrak propolis alami dan xenograft sapi meningkatkan ekspresi kolagen tipe I 1 dan mengurangi ekspresi penanda inflamasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensinya untuk pelestarian tulang alveolar.
Penelitian ini telah dipublikasikan ke Jurnal Dental and Medical Problems, ISSN 1644-387X (print), ISSN 2300-9020 (online)

Oleh :
Utari Kresnoadi1, , Jennifer Widjaja2, Wibi Riawan3
.Departemen Prostodontik, Fakultas Kedokteran Gigi, 东京热, Surabaya, Indonesia
 

AKSES CEPAT