¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Efektivitas Probiotik dalam Membantu Terapi Psoriasis: Tinjauan Umbrella Review

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Psoriasis adalah salah satu penyakit imun pada kulit ditandai dengan inflamasi kronis berupa hiperproliferasi keratinosit. Penyakit ini juga berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta kesehatan mental penderitanya. Secara global, diperkirakan 2–3% populasi dunia terkena psoriasis dengan presentase yang terus meningat setiap tahun. Psoriasis dapat terjadi pada semua kelompok usia, akan tetapi prevalensi terbesar pada usia produktif, akibatnya berdampak pada beban sosial dan ekonomi yang besar. Kondisi ini menunjukkan psoriasis masih menjadi masalah kesehatan global sehingga memerlukan pendekatan terapi yang lebih efektif.

Terapi konvensional psoriasis seperti kortikosteroid, methotrexate, dan biologic agent memang efektif, akan tetapi sering disertai efek samping. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan yang lebih aman, mudah digunakan, serta berpotensi memperbaiki kualitas hidup pasien. Salah satu pendekatan terapi psoriasis adalah penggunaan probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat positif bagi kesehatan melalui menjaga keseimbangan mikrobiota usus, memperkuat sistem imun, serta membantu mengurangi proses inflamasi dalam tubuh. Probiotik menghasilkan senyawa seperti short-chain fatty acids (SCFAs) yang berperan dalam menekan jalur inflamasi IL-23 dan Th-17 yang berkaitan erat dengan patogenesis psoriasis. Penggunaan probiotik sebagai terapi adjuvan berpotensi besar karena dapat menurunkan biomarker inflamasi.

Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa suplementasi probiotik dapat menurunkan derajat keparahan (Psoriasis Area and Severity Index /PASI) serta meningkatkan kualitas hidup (Dermatology Life Quality Index /DLQI). Beberapa tinjauan sistematis dan meta analisis melaporkan terdapat penurunan signifikan skor PASI serta peningkatan kualitas hidup pasien pasca suplementasi probiotik selama 12 minggu baik probiotik. Selain itu, probiotik juga dikaitkan dengan penurunan biomarker inflamasi seperti CRP, TNF-α, dan IL-6.

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan umbrella review terhadap berbagai systematic review dan meta-analysis tentang efektivitas probiotik sebagai terapi adjuvan pada pasien psoriasis melalui pengaruh suplementasi probiotik terhadap tingkat keparahan psoriasis, kualitas hidup pasien, serta biomarker inflamasi. Penelitian telah terdaftar pada PROSPERO (nomor registrasi CRD420251130518) dan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Variabel utama adalah suplementasi probiotik pada pasien psoriasis, dengan outcome meliputi skor PASI, skor DLQI, biomarker inflamasi (CRP, TNF-α, IL-6), serta efek samping penggunaan probiotik. Pencarian literatur secara sistematis melalui PubMed, Scopus, dan Cochrane Library pada tahun 2000–2025. Seluruh artikel diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kualitas metodologi penelitian dinilai menggunakan instrumen AMSTAR-2 dan overlap analysis menggunakan metode Corrected Covered Area (CCA).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi probiotik secara signifikan mampu menurunkan skor PASI pada pasien psoriasis antara 3,09–4,54 poin, terutama pada penggunaan probiotik multistrain dengan durasi intervensi minimal 12 minggu. Probiotik terbukti meningkatkan waktu perbaikan lesi psoriasis 3 kali lebih cepat dibandingkan tanpa probiotik. Beberapa studi menunjukkan adanya penurunan skor DLQI setelah suplementasi probiotik yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup pasien. Selain itu, probiotik juga terbukti menurunkan biomarker inflamasi melalui mekanisme modulasi mikrobiota usus dan peningkatan produksi SCFAs. Hasil terakhir adalah sebagian besar studi melaporkan bahwa probiotik aman digunakan dengan efek samping minimal.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah uplementasi probiotik dengan pemberian minimal 12 minggu, berpotensi menjadi terapi adjuvan yang aman dan efektif pada pasien psoriasis. Probiotik terbukti mampu menurunkan skor PASI, meningkatkan pencapaian PASI 75, mengurangi biomarker inflamasi, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Akan tetapi, masih terdapat heterogenitas yang tinggi antar penelitian sehingga diperlukan penelitian klinis lebih lanjut dengan desain yang lebih baik untuk menentukan strain probiotik, dosis, dan durasi intervensi yang paling optimal.

Penulis : dr. Maulidah Ayuningtyas, Dr. Farapti, dr., M.Gizi, dan dr. Siti Sarah Hajar,. M.Gizi

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di Journal Nutrition and Metabolism

Ayuningtyas M, Farapti F, Hajar SS. The Effectiveness of Probiotics in Psoriasis: An Umbrella Review. J Nutr Metab. 2026 Apr 17;2026:1120062. doi: 10.1155/jnme/1120062. PMID: 42005309; PMCID: PMC13089384. 

AKSES CEPAT