¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Dukung SDGs 3, 4, dan 17: Mahasiswa FK UNAIR Pahami Kasus Kegawatdaruratan Kompleks

Mahasiswa FK UNAIR mengikuti diskusi dan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan kompleks di School of Paramedicine, Western Sydney University (Foto: Dokumentasi Student Visit Program FK UNAIR)

UNAIR NEWS – Sebanyak tujuh mahasiswa semester tujuh ¶«¾©ÈÈ (FK UNAIR) mengikuti Student Visit Program di School of Paramedicine, Western Sydney University, Australia, pada 6–31 Juli 2026. Program ini diselenggarakan melalui kerja sama antara FK UNAIR dan Western Sydney University dengan pendampingan Dr Siti Khaerunnisa MSi.

Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Wan Muhammad Daffa Rafii Affandy, Radhiyya Dyani Permatadewi, Airin Nadhira Airlangga, Mochammad Regan Lanangjati, Adimas Aditya Rudiananda, Githa Adinia Nareswari, dan Maritsa Aqillah Endya Putri.

Melalui pembelajaran mandiri, perkuliahan, tutorial, diskusi kasus, dan praktikum, mahasiswa mempelajari penanganan berbagai kasus kegawatdaruratan prarumah sakit yang kompleks. Kompleksitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi klinis pasien, tetapi juga mencakup keterbatasan waktu, perubahan kondisi yang cepat, hambatan komunikasi, perbedaan bahasa dan budaya, serta kebutuhan untuk menentukan prioritas tindakan secara tepat.

Dr. Navin Naidoo, pengajar senior di School of Paramedicine, menjelaskan bahwa ilmu kegawatdaruratan merupakan bidang yang kompleks karena tenaga kesehatan harus melakukan asesmen, menentukan prioritas, dan memberikan intervensi dalam waktu singkat dengan informasi yang sering kali terbatas. Setiap pasien dapat menunjukkan kondisi klinis, latar belakang budaya, bahasa, dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, pelayanan kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan penguasaan keterampilan klinis dan prosedural, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, beradaptasi, serta berkolaborasi dalam tim.

Interaksi dengan mahasiswa paramedicine Western Sydney University memberikan kesempatan bagi peserta untuk membandingkan pendekatan pelayanan kegawatdaruratan di Indonesia dan Australia. Pengalaman tersebut memperluas wawasan mahasiswa mengenai pelayanan yang aman, responsif, dan berpusat pada kebutuhan pasien.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being melalui peningkatan pemahaman keselamatan pasien, SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran internasional berbasis simulasi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kerja sama akademik antara ¶«¾©ÈÈ dan Western Sydney University.

Penulis: Radhiyya Dyani Permatadewi

AKSES CEPAT