Kanker usus besar (kolorektal) adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi di dunia. Sayangnya, banyak kasus baru terdeteksi saat penyakit sudah cukup berkembang. Karena itu, para peneliti terus mencari cara baru untuk memprediksi seberapa ganas kanker ini dan bagaimana peluang kesembuhan pasien.
Salah satu cara yang kini semakin diperhatikan adalah melihat kondisi jaringan tumor di bawah mikroskop, khususnya dua hal: jaringan mati (necrosis) dan sel imun yang masuk ke dalam tumor (Tumor-Infiltrating Lymphocytes atau TILs).
Necrosis jaringan tumor adalah bagian dari jaringan tumor yang mengalami kematian sel. Kondisi ini umumnya terjadi karena pertumbuhan tumor yang sangat cepat, sehingga suplai oksigen dan nutrisi tidak mencukupi dan menimbulkan keadaan kekurangan oksigen (hipoksia). Akibatnya, sebagian sel tumor tidak dapat bertahan hidup dan mengalami kematian. Semakin luas area jaringan yang mati ini, biasanya menunjukkan bahwa tumor bersifat lebih agresif, memiliki kemampuan menyusup lebih dalam ke jaringan di sekitarnya, serta berpotensi lebih besar untuk menyebar ke organ lain. Oleh karena itu, banyaknya jaringan mati dalam tumor sering kali dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk pada pasien.
Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang masuk dan berada di dalam jaringan tumor sebagai bagian dari respons alami tubuh untuk melawan sel kanker. Berbeda dengan tumor necrosis yang mencerminkan kematian sel akibat kondisi tumor yang agresif, keberadaan TILs justru menunjukkan aktivitas pertahanan tubuh terhadap kanker. Jika jumlah TILs tinggi, hal ini menandakan bahwa sistem imun masih aktif dan mampu mengenali serta menyerang sel tumor, sehingga pertumbuhan kanker cenderung lebih terkendali. Sebaliknya, jika jumlah TILs rendah, kemampuan tubuh dalam melawan kanker menjadi terbatas, sehingga tumor dapat berkembang lebih bebas. Oleh karena itu, tingginya TILs umumnya dikaitkan dengan prognosis yang lebih baik pada pasien.
Hal ini penting karena necrosis dan tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dapat dinilai dengan metode yang sederhana dan sudah rutin digunakan di laboratorium patologi, yaitu melalui pewarnaan hematoxylin-eosin (H&E). Dengan teknik ini, dokter tidak memerlukan teknologi yang mahal untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai sifat biologis tumor. Ke depan, penilaian kedua parameter ini berpotensi menjadi bagian dari laporan patologi rutin, sehingga dokter dapat memperkirakan perjalanan penyakit dengan lebih akurat, menentukan pilihan terapi yang lebih sesuai dengan kondisi tumor, serta pada akhirnya meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Penelitian pada pasien kanker usus besar menunjukkan beberapa temuan penting terkait kondisi jaringan tumor. Tumor dengan tingkat necrosis yang tinggi cenderung berhubungan dengan kondisi yang lebih buruk, seperti sifat yang lebih ganas dan kemampuan yang lebih besar untuk menyebar ke organ lain. Sebaliknya, tumor dengan jumlah TILs yang tinggi justru menunjukkan kondisi yang lebih baik, karena mencerminkan adanya respons aktif dari sistem imun dalam melawan sel kanker. Namun demikian, ketika kedua faktor ini dikombinasikan, penelitian ini belum menemukan hubungan yang jelas dengan karakteristik klinikopatologi, sehingga peran gabungan keduanya masih perlu diteliti lebih lanjut.
Secara sederhana, semakin banyak jaringan tumor yang mati (necrosis), biasanya menunjukkan bahwa kanker bersifat lebih agresif dan berpotensi memberikan prognosis yang lebih buruk. Sebaliknya, semakin banyak sel imun yang ditemukan di dalam tumor (TILs), menandakan bahwa tubuh masih 邪泻褌懈胁薪芯 melawan sel kanker, sehingga kondisi ini sering dikaitkan dengan prognosis yang lebih baik. Dengan memahami kedua hal ini, dokter dapat menilai karakter tumor secara lebih menyeluruh dan mendekati pendekatan pengobatan kanker yang lebih tepat, terarah, dan bersifat personal bagi setiap pasien.
Judul: The Clinicopathological Impact of Tumor Necrosis And Tumor-Infiltrating Lymphocytes in Colorectal Adenocarcinoma
Penulis: Heru Fajar Trianto, Gondo Mastutik, Desak Gede Agung Suprabawati, Sari Eka Prattiwi and Henky Hartono
Link Full text:
Link daftar isi : no 18. https://medic.upm.edu.my/our_journal/volume_21_2025/mjmhs_vol21_supp_10_november_2025-90274
Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences (2025) 21(SUPP10):88-93. doi:10.47836/mjmhs.21.s10.18





