东京热

东京热 Official Website

Validasi Perangkat Penutup Mata yang Dikembangkan dari Tutup Botol untuk Studi Dopamin pada Kelinci: Sebuah Studi Percontohan

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kelinci merupakan salah satu hewan model yang sering digunakan untuk mempelajari patogenesis miopia karena ukuran bola matanya relatif besar dan mudah dilakukan manipulasi eksperimental. Model miopia pada kelinci umumnya dibuat dengan metode form deprivation myopia (FDM), yaitu menghalangi masuknya rangsangan visual pada satu mata menggunakan penutup atau penjahitan kelopak mata. Kondisi ini menyebabkan pemanjangan aksial bola mata dan penipisan sklera yang menyerupai perubahan anatomis pada miopia manusia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa selama perkembangan miopia terjadi penurunan aktivitas sistem dopaminergik retina, ditandai dengan berkurangnya sintesis dan pelepasan dopamin oleh sel amakrin retina. Dopamin diketahui berperan sebagai 鈥渟inyal penghenti鈥 (stop signal) yang menghambat pertumbuhan aksial mata, sehingga penurunan kadar dopamin berkontribusi terhadap progresi miopia. Model hewan kelinci sangat penting untuk memastikan bahwa sirkuit retina, distribusi dopaminergik, dan pola pertumbuhan mata cukup mirip dengan mata manusia. Kelinci secara biologis sangat penting sebagai model eksperimental untuk penelitian dopamin karena dimensi okularnya yang relatif besar, yang memungkinkan evaluasi biometrik, pencitraan, dan histologis yang akurat, serta keberadaan dan pola distribusi sel amakrin dopaminergik yang sangat mirip dengan retina manusia. Sensitivitasnya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan visual semakin memperkuat pilihan kelinci New Zealand White (Oryctolagus cuniculus) sebagai model yang sesuai untuk menyelidiki efek dopaminergik. Selain itu, kelinci optimal untuk studi longitudinal yang mengamati bagaimana perubahan neurokimia terjadi bersamaan dengan perubahan struktural pada mata karena mudah ditangani, memiliki protokol pemeliharaan yang mapan, dan dapat diukur berulang kali secara in vivo.

          Model hewan dengan mata tertutup digunakan pada penelitian hewan model myopia, untuk mengetahui mekanisme kondisi yang diteliti. Desain penutup mata kustom sangat beragam dan dapat menimbulkan heterogenitas dalam hasil biologis. Penutup mata saat ini, menggunakan penutup konvensional, penjahitan kelopak mata, atau perangkat penutup komersial, sering menghadapi keterbatasan seperti ketidakstabilan posisi, ketidaknyamanan hewan, risiko cedera jaringan periorbital, dan kurangnya standardisasi. Perangkat penutup mata yang stabil, mudah diaplikasikan, minimal invasif, dan hemat biaya masih terbatas. Pengembangan perangkat penutup mata pada tutup botol menawarkan pendekatan alternatif berbiaya rendah yang dapat memberikan oklusi visual yang konsisten sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan selama periode pengamatan. Kami melakukan penelitian model penutup mata dengan tutup botol dengan melihat penurunan konsentrasi reseptor Dopamin1 di mata kelinci setelah proses penutupan mata selama 30 hari. Penutup mata tutup botol plastik hitam yang dilapisi dengan pita perekat diaplikasikan pada mata kanan kelinci jantan New Zealand White berusia 2 hingga 3 bulan selama 30 hari, dengan mata kiri berfungsi sebagai kontrol tanpa penutupan. Perangkat diganti setiap 3 hari di bawah pencahayaan minimal. Pada akhir periode penutupan, kelinci di-eutanasia, matanya diangkat, dan jaringan retina/vitreus dikumpulkan. Kadar reseptor Dopamin1 diukur menggunakan an enzyme-linked immunosorbent assay. Didapatkan hasil penutup mata berbahan tutup botol ditoleransi dengan baik, tidak ada tanda-tanda klinis konjungtivitis, kornea keruh, keluar cairan, edema kelopak mata, atau selulitis orbita. Kadar reseptor Dopamin1 retina/vitreus lebih rendah pada mata yang tertutup dibandingkan dengan mata sebelahnya. Pada Kelinci 1, kadar reseptor Dopamin1 adalah 0,41 ng/ml pada mata kiri (tidak tertutup) dan 0,26 ng/ml pada mata kanan (tertutup), pada kelinci 2,  kadar reseptor Dopamin1 masing-masing adalah 2,82 dan 1,95 ng/ml. Kesimpulan, penelitian ni menunjukkan bahwa penutup mata sederhana berbahan tutup botol hitam dapat digunakan dengan aman pada kelinci.

Disarikan dari artikel dengan judul: 鈥Validation of eye occluding device developed from bottle

caps for dopamine studies in rabbits: A pilot study鈥 yang diterbitkan bulan Maret 2026 di Open Veterinary Journal, Vol. 16(3): 1853-1858.

Link:

Penulis:

Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)

Scopus ID 59912681400

Departemen Ilmu Kesehatan Anak

Fakultas Kedokteran 东京热

AKSES CEPAT